Dana Repatriasi yang Masuk BNI Capai Rp1 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Oct 2016 21:13 WIB
bni
Dana Repatriasi yang Masuk BNI Capai Rp1 Triliun
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (ANTARA FOTO Sigid Kurniawan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Achmad Baiquni menyatakan, dirinya belum puas dengan raihan dana pengampunan pajak (tax amnesty) yang masuk ke perusahaan lewat dana repatriasi. Hal itu dikarenakan dana repatriasi yang masuk dari luar negeri ke perusahaan baru mencapai Rp1 triliun.

"P‎er September (2016) itu kurang dari pada Rp1 triliun, jauh dari target yang kita inginkan. Kita targetkan repatriasi Rp70 triliun dari angka Rp1.000 triliun masuk, signifikan tapi kerepotan kita tempatkan dananya," kata Baiquni, ditemui dalam acara paparan kinerja keuangan BNI kuartal III-2016 di kantor pusat BNI, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Karena sedikitnya dana yang masuk, Baiquni menekankan, dana sebanyak Rp1 triliun akan cepat habis. Dia pun berharap dana tersebut bisa lebih bertambah.

‎"Kalau Rp1 triliun itu setengah hari, satu jam habis itu," jelasnya.

Baiquni melanjutkan peserta amnesti pajak di BNI kebanyakan datang dari nasabah yang sudah ada. Namun, bukan berarti perusahaan tidak memiliki nasabah dari luar program tax amnesty.

"Nasabah baru terkait tax amnesty yang melakukan penebusan dan simpan dana repatriasi dari nasabah yang lama tapi bukan berarti kami tidak punya nasabah baru tapi bukan dari tax amnesty. Strategi kita akuisisi nasabah baru mulai kelihatan hasilnya,"‎ tukas Baiquni.

Sebelumnya, BNI telah mengelola dana repatriasi yang dialihkan WP dari luar negeri ke dalam negeri sebesar lebih dari Rp780,6 miliar pada produk-produk keuangan yang ditawarkan, baik di BNI maupun perusahaan-perusahaan anak.

Dalam tiga bulan pertama pelaksanaan Tax Amnesty atau Periode I yang berakhir 30 September 2016 terdapat lebih dari 61.000 transaksi penyetoran uang tebusan melalui BNI dengan nilai Rp7,6 triliun.



(SAW)