Livestreaming

Memetakan Bisnis di Negeri Laskar Pelangi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 23 Sep 2016 14:32 WIB
bank mandiri
Memetakan Bisnis di Negeri Laskar Pelangi
Kawasan Belitung. (FOTO: MI/Rendy)

Metrotvnews.com, Belitung: Kabupaten Belitung merupakan salah satu wilayah yang ada di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan luas yang dimiliki mencapai 4.800 kilometer (km) persegi. Wilayah yang mulai dikenal dengan sebutan laskar pelangi ini memang memiliki sejumlah tempat eksotis yang perlu dikunjungi.

Belitung sering diidentikan dengan Pulau Lengkuas, Tanjung Kelayang termasuk dengan wisata bahari. Bahkan, Belitung menyediakan pantai dengan hiasan granit yang lebih besar dari rumah. Selain menawarkan wisata yang mampu menentramkan mata, Belitung juga menawarkan potensi bisnis yang cukup menggiurkan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri, misalnya, yang melirik Belitung sebagai wilayah yang memiliki potensi cukup baik. Bank Mandiri mencoba memetakan potensi bisnis di sini. Bahkan, Bank Mandiri wilayah Sumbagsel memecah area Sumatera Selatan (Sumsel) dengan Bangka Belitung menjadi wilayah tersendiri.

"Kami baru memecah area. Area di Sumsel dipecah dengan Bangka Belitung yang menjadi area juga. Dipecah mulai dua tahun lalu. Bank Mandiri mendukung pertumbuhan Bangka Belitung khususnya Belitung," kata Regional CEO Sumatera II Bank Mandiri Ridwan, di Belitung, Kamis, 22 September.

Adapun salah satu yang dilirik adalah sektor perdagangan, pariwisata, hotel, dan restoran. Ridwan menilai, sektor ini memiliki potensi cukup baik sekarang ini, termasuk peluangnya di masa mendatang. Bank Mandiri siap mengoptimalkan penyaluran kredit di sektor tersebut.

"Pariwisata itu kalau ada orang mondar-mandir lalu dia belanja, makan, menginap di hotel. Itu kan di perdagangan, pariwisata, hotel, dan restoran," tutur Ridwan.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya juga mengakomodasi para pengusaha kecil di sektor pariwisata. Namun, pihaknya tidak hanya memfokuskan terhadap pariwisata semata. Akan tetapi, penunjangnya juga menjadi perhatian karena pariwisata tidak bisa berdiri sendiri.

"Pengusaha kecil di pariwisata juga kita masuki. Contohnya penjual oleh-oleh para pedagang. Itu perdagangan. Penunjang pariwisata. Jadi jangan dilihat pariwisata saja. Karena dalam sektor ekonomi di BI, sektor pariwisata masuk ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran," tegasnya.

Bahkan, masih kata Ridwan, dirinya memperkirakan akan banyak hotel baru yang dibangun di negeri laskar pelangi ini. Kondisi tersebut membuktikan sektor pariwisata di Belitung terus tumbuh, ditambah lagi lama inap hotel tumbuh relatif baik.

"Dulu di sini sepi. Sekarang hotel sudah ada yang bintang tiga ke atas. Saya tahu akan ada yang membangun lagi. Ini tentu menjadi peluang bagi Belitung," tutur Ridwan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, share sektor perdagangan, pariwisata, hotel, dan restoran berada di angka 33 persen untuk Belitung. Sedangkan kontribusi sektor tersebut terhadap wilayah tercatat sebesar 38 persen. Angka ini terbilang besar dan diharapkan bisa terus tumbuh.

"Sektor ekonomi di Belitung tergantung komoditas timah. Ketika harga timah jatuh maka ekonomi turun. Yang kami rasakan dampaknya ke kami ya besar, turun. Karenanya kami switch ke perdagangan, pariwisata, hotel, dan restoran. Harus seperti itu," pungkasnya.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA