Fi Asia 2016, Tempat Terbaik Jalin Relasi Para Pelaku Industri Pangan

Anindya Legia Putri    •    Jumat, 23 Sep 2016 10:10 WIB
food ingredients
Fi Asia 2016, Tempat Terbaik Jalin Relasi Para Pelaku Industri Pangan
Fi Asia 2016 berlangsung pada tanggal 21–23 September, di Jakarta International Expo (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 650 peserta lebih dari 47 negara dan kawasan, ikut serta dalam pameran bergengsi Food ingredients (Fi) Asia 2016, yang bertempat di Jiexpo Kemayoran Hall A1-A3 dan Hall D1-D2, Jakarta, pada 21-23 September 2016.

Dengan platform bisnis yang unik, manfaat dari Food ingredients (Fi) Asia 2016 langsung dirasakan oleh para exhibitor yang ikut serta dalam event ini. Salah satunya, perusahaan Inthaco, yang merupakan bagian dari Pavilion Thailand. General Manager Inthaco, Richard Pasawat Woraphechaiwat, mengatakan bahwa event ini memberikan banyak manfaaat untuk bisnisnya.

"Kita senang bisa berpartisipasi dalam event ini. Ini adalah event yang baik yang juga dapat mempererat hubungan baik antara Thailand dan Indonesia. Dalam event kita kita bisa menjual dan mendapatkan berbagai produk global," ujar Richard kepada Metrotvnews.com.

"Untuk Inthaco sendiri, kami menawarkan banyak bahan baku sayur dan juga buah yang dikemas dalam bentuk bubuk yang merupakan hasil ekstraksi. Ada ekstrak pandan, jambu, jahe, jagung, cabai, dan lainnya. Ekspektasi kami dalam event ini, kami bisa mengembangkan produk ke seluruh pasar Asia. Pandan kami adalah yang spesial dalam proses ekstraksi, biasa digunakan untuk industri roti, dan juga industri makanan lainnya. Saya sangat berharap produk ini juga dapat membuka peluang di Indonesia," kata Richard menambahkan.

Tak hanya memberikan banyak manfaat bagi para exhibitor, event ini juga memberikan banyak keuntungan bagi ribuan pengunjung yang hadir. Salah satunya, Yusuf yang berasal dari Bogor. Kata pria 46 tahun itu, jika dibandingkan dengan Fi Asia 2014, pada tahun ini Fi Asia mendatangkan lebih banyak exhibitor.

"Luar biasa signifikan perkembangan food and beverage di Asia. Fi Asia ini adalah perpaduan pertemuan antara industri pangan dan juga terdapat perpaduan sisi ilmiah dengan menghadirkan berbagai seminar. Sehingga dengan datang kemari, saya mendapat berbagai keuntungan dalam pertukaran ide, pertukaran perkembangan inovasi yang bisa mendorong ekonomi bisnis terutama untuk daya saing dalam menghadapi produk luar. Saya juga melihat tahun ini jumlah exhibitornya meningkat lebih dari 25 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin terbuka untuk perdagangan Masyarakat  Ekonomi ASEAN (MEA)," ucap Yusuf kepada Metrotvnews.com.

Di sisi lain, Dr Puspo Edi Giriwono, dosen/peneliti dari IPB Indonesia, turut menyampaikan bahwa tahun ini terdapat penambahan pavilion yang tergabung dalam Fi Asia 2016. Setelah sebelumnya hanya terdapat Pavilion Amerika dan Tiongkok, maka tahun ini lebih banyak yang bergabung. Selain Amerika dan Tiongkok, terdapat pavilion asal Thailand, Taiwan, dan beberapa negara lainnya.


Dr Puspo Edi Giriwono (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

"Ini adalah pertumbuhan industri yang hebat. Tahun ini ada Pavilion dari Amerika, China, Taiwan, Filipina, dan masih banyak lagi. Saya melihat Fi Asia ini memiliki banyak pengaruh terhadap perkembangan food and beverage di Indonesia. Contohnya, empat tahun lalu tidak ada perusahaan yang mengekstrak flavor, dan aroma dari herb kita. Namun dua tahun lalu sudah muncul Indesso, perusahaan asli Indonesia yang  saking suksesnya kemudian  diakuisisi oleh perusahaan terbesar di Belanda. Ini adalah pengaruh yang baik bagi para pelaku industri food and beverage," kata Dr Puspo Edi Giriwono.


(Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Melihat segudang manfaat yang bisa Anda raih, maka Anda yang ingin berinovasi serta menjalin relasi dan meningkatkan bisnis hingga ke taraf Internasional, wajib mengunjungi pameran Fi Asia 2016.

Di sana Anda dapat menemui berbagai exhibitor dari berbagai negara, di antaranya Innova Market Insight, AAK, Palsgaard, Glanbia Nutritionals, AstaReal, Muntons Ingredients, Ogawa, Indesso, Fonterra, Domo Friestand Campina, Mintel, Agrana Fruit, Evonik, GNT, Innova Market Insight, dan lainnya.


(ROS)

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA