Menaker Ingatkan Dampak Ekonomi Digital terhadap Industri

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 06 Jul 2018 11:53 WIB
berita kemenaker
Menaker Ingatkan Dampak Ekonomi Digital terhadap Industri
Menaker Hanif Dhakiri (kiri). (Foto: Dok. Kemenaker)

Jakarta: Era ekonomi digital turut memengaruhi perubahan berbagai model bisnis. Untuk itu, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengingatkan dunia industri untuk menyiapkan strategi transformasi industri, agar bisnisnya tidak mengalami business shock (guncangan).

"Kita harus membuat strategi atau skema perubahan dalam dunia industri sehingga kita mampu mengantisipasi dampak negatif dalam era ekonomi digital," kata Hanif dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Kelengahan dunia industri dalam mengantisipasi dampak ekonomi digital dapat menyebabkan dunia industri terjebak dalam business shock. Business shock ini meliputi dua hal, pertama industrial shock.

"Jangan sampai industri kalah bersaing, tidak relevan dalam era perubahan yang cepat, dan akhirnya tutup," katanya.

Kedua, manpower shock. Hal ini dikarenakan ekonomi digital turut mempengaruhi karakter pekerjaan di masa depan

"Oleh karenanya, mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat kita harus bertransformasi dalam mengantisipasi perubahan yang penuh tantangan," katanya menegaskan.

Karenakan ekonomi digital mempengaruhi perubahan karakter pekerjaan, Hanif pun mengingatkan agar strategi transformasi industri tersebut mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan.

Pemerintah juga melakukan berbagai kajian untuk mengantisipasi berbagai jenis pekerjaan yang akan hilang di masa depan maupun jenis pekerjaan baru yang akan muncul.

"Oleh karenanya, sinergi dan kerja sama dari pemerintah, dunia industri, dan pekerja itu sendiri menjadi sangat penting untuk kita tetap bertahan," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Hanif menegaskan pentingnya triple skilling untuk menghadapi manpower shock, yakni skilling, upskilling, dan reskilling

Skilling ditujukan bagi masyarakat yang belum terampil. Upskilling digunakan untuk meningkatkan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.

Reskilling bertujuan untuk memberi keterampilan baru kepada masyarakat yang keterampilannya sudah tidak relevan dengan kebutuhan dunia industri.

"Inilah yang pemerintah siapkan antisipasinya, sehingga bisa tercipta long life learning dan long life employability," ucapnya.



(ROS)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

6 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA