Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok ke Indonesia Tak Signifikan

Desi Angriani    •    Selasa, 10 Apr 2018 12:09 WIB
as-tiongkokPerang dagang
<i>Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok ke Indonesia Tak Signifikan</i>
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping -- Foto: AFP

Jakarta: Ekonom Universitas Indonesia (UI) Kiki Veriko menilai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pasalnya, Indonesia bukanlah rantai pasok atau production network terkuat bagi kedua negara.

Saat ini rantai pasok terbesar AS maupun Tiongkok, di Asia Tenggara masih didominasi Malaysia, Singapura dan Thailand. 

"Kalau dari hasil studi saya, kekuatan production network di Indonesia itu dengan Tiongkok belum sekuat antara Tiongkok dan negara lain di Asia Tenggara," kata Kiki saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa 10 April 2018.

Namun demikian, perang dagang secara tidak langsung berimbas ke Indonesia. Peluang itu dapat dimanfaatkan dengan mengambil substitusi dari jenis produk yang bisa dieskpor Tiongkok ke AS seperti, makanan dan minuman, alas kaki dan tekstil.

Tetapi ada juga sektor yang rentan terdampak negatif seperti besi-baja termasuk industri pembuatan komponen pesawat, barang elektronik atau otomotif di Indonesia yang memasok ke AS atau Tiongkok.

"Kalau untuk non-industry seperti primary produk kita bisa terdampak negatif," ungkap dia.

Kiki menambahkan, sejauh ini besarnya pengaruh trade war ke Indonesia belum dapat diprediksi dengan angka. Sebab komoditas yang akan dijadikan alat perang pun masih abu-abu. Disamping itu, banyak produk Tiongkok yang investornya sendiri berasal dari AS.

"Walau belum bisa dipastikan sekarang pengaruhnya di sketor riil, AS pasar ysng besar bagi Indonesia selain Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok," pungkasnya.

Sekadar informasi, Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping ini memberlakukan kenaikan tarif impor hingga 25 persen atau sekitar USD60 miliar atas 128 produk Amerika. 

Tiongkok bahkan menghentikan impor pesawat boeing, buah-buahan, dan kedelai dari AS. Tindakan ini dilakukan sebagai aksi balasan terhadap pengenaan 25 persen tarif impor baja dan 10 persen tarif impor aluminium yang dilakukan oleh AS pada produk Tiongkok.

Negeri Paman Sam kembali membalas dengan memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen terhadap 1.300 produk asal Tiongkok meliputi produk industri kedirgantaraan, teknologi informasi, dan komunikasi, robotika serta permesinan. 



(Des)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA