Jaga Inflasi, Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 06 Sep 2018 13:17 WIB
inflasistok beraskementerian perdagangan
Jaga Inflasi, Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan stok beras nasional aman untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Upaya menjaga pasokan beras juga demi menjaga laju inflasi tahun ini agar sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Kita bicara bagaimana mempertahankan supaya inflasinya (terjaga), ini kan deflasi sudah," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 September 2018.

Dirinya menambahkan, harga beras memang menjadi salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi. Namun dengan pasokan yang terjaga, pemerintah memastikan harga beras juga tidak mengalami kenaikan sehingga inflasi bisa dikendalikan.

Menurut dia, upaya menjaga pasokan beras juga dilakukan oleh Perum Bulog dengan menggelar operasi pasar. Sejak Januari 2018 sampai saat ini, Bulog telah menggelar Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) sebanyak 338.502 ton.

"Kita meminta untuk Bulog menyiapkan, melakukan operasi pasarnya. Bukan operasi pasar itu pengertiannya Bulog menjual beras di depan pasar tetapi pedagang beras di pasar itu menjual beras Bulog," jelas dia.

Bulog sebelumnya mengklaim stok beras nasional tercatat telah mencapai 2,6 juta ton. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut, stok dipastikan aman sampai dengan akhir tahun sehingga tidak perlu ada tambahan impor lagi.

"Sekarang stok sudah 2,6 ton, kalau tambah lagi enggak mampu gudang kita. Kalau impor dua juta ton beras, itu mau taruh di mana. Situasi lain mungkin perlu itu bisa saja impor, tapi sekarang saya rasa tidak," kata dia di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 4 September lalu.

 


(AHL)