Kadin Sebut Afrika jadi Pasar Baru Ekspor CPO

Kautsar Widya Prabowo    •    Jumat, 13 Apr 2018 07:46 WIB
minyak sawitkelapa sawitcpo
Kadin Sebut Afrika jadi Pasar Baru Ekspor CPO
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjelaskan Afrika akan menjadi pasar baru untuk ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Langkah tersebut dalam rangka antisipasi adanya ancaman larangan industri sawit Indonesia di Uni Eropa.

Ketua Kadin Indonesia Rosan Roselani menegaskan pemerintah sedang mengantasipasi hal tersebut dan salah satu langkah yang dilakukan adalah diversifikasi negara ke Afrika. Hal semacam ini diharapkan memberi efek positif terhadap industri sawit Tanah Air.

"Kemarin kita baru dua hari ke sana. Itu sangat besar potensinya. Kita bulan ini mungkin akan terbang untuk mencoba melobi parlemen Eropa," ujarnya, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Menurut Rosan Afrika mempunyai potensi besar karena memiliki pertumbuhan ekonomi 4-5 persen. "Kita buka ke Timur Tengah dan Afrika. Untuk Afrika potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk 1,3 miliar dan pertumbuhan ekonomi 4-5 persen," tukasnya.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, parlemen tengah membahas secara internal mengenai strategi yang akan dipilih guna memastikan tidak ada larangan bagi CPO Indonesia oleh Eropa.  

"Kita sudah lakukan di komisi terkait, mengenai protes terhadap Eropa dan negara-negara yang melarang CPO kita masuk. Banyak, kita akan lakukan langkah diplomatik dan parlementer," pungkasnya.

 


(ABD)