Total Aset Keuangan Syariah Indonesia Capai Rp1,1 Triliun

Desi Angriani    •    Senin, 14 May 2018 19:59 WIB
ekonomi syariah
Total Aset Keuangan Syariah Indonesia Capai Rp1,1 Triliun
OJK (ANT/Fanny Octavianus).

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset keuangan syariah Indonesia pada Februari 2018 tumbuh 25 persen atau sebesar Rp1.118 triliun. Angka itu tidak termasuk saham syariah, atau setara dengan 8,22 persen aset keuangan Indonesia secara secara keseluruhan.

"Pada Februari 2018, pertumbuhan aset industri keuangan syariah berada pada kisaran 25 persen," ucap Deputi Komisioner Perbankan I OJK Boedi Armanto dalam acara memacu inklusi keuangan syariah di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Sementara itu pertumbuhan industri keuangan syariah pada 2017 lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 27 persen. Pada 2016, industri keuangan syariah tumbuh cukup tinggi sebesar 29,8 persen.

"Dengan segala dinamika yang terjadi, industri keuangan syariah dapat tumbuh pada tingkat 27 persen," tutur dia.

Meski demikian jumlah masyarakat yang mengakses keuangan syariah masih terbatas. Hal ini tampak dari tingkat inklusi keuangan syariah Indonesia pada 2016 sebesar 11,06 persen dibanding inklusi keuangan industri secara nasional yang sebesar 67,82 persen.

"Masih sangat rendah jika dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan nasional sudah mencapai 67,82 persen dari persebaran 9.680 responden di 34 provinsi dan 64 kota/kabupaten di seluruh Indonesia," tambah Boedi.

Adapun Indonesia saat ini menempati posisi ke-7 dalam top 10 Islamic Finance Asset dengan total aset sebesar USD81,84 miliar atau meningkat dari posisi tahun sebelumnya di posisi ke-9.


(SAW)