Kuartal I-2018, Ekspor Perikanan Bali Capai USD102,6 Juta

   •    Minggu, 10 Jun 2018 11:54 WIB
ekspor
Kuartal I-2018, Ekspor Perikanan Bali Capai USD102,6 Juta
Nelayan (ANT/Ampelsa).

Denpasar: Ekspor hasil perikanan dan kelautan dari Bali meningkat sebesar USD34,70 juta dari USD67,89 juta  atau naik 51,12 persen dengan menjadi USD102,600 juta selama triwulan I-2018.

"Perolehan devisa tersebut memberikan kontribusi 54,76 persen dari total nilai ekspor Bali sebesar USD187,37 juta selama triwulan I-2018," kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Bagawinata dikutip dari Antara, Minggu, 10 Juni 2018.

Ia mengatakan Bali telah mengapalkan 11 jenis hasil perikanan dan kelautan, namun matadagangan sirip ikan hiu dan rumput laut dalam beberapa bulan belakangan ini merosot, baik dari segi volume maupun perolehan nilainya.

Pengapalan ikan tuna memberikan perolehan devisa paling besar yakni mencapai USD56,74 juta atas pengapalan 4.962,5 ton hasil tangkapan nelayan dan perusahaan besar ke berbagai negara di belahan dunia.

Perolehan devisa tersebut dari segi volume meningkat 52,04 persen dan nilai 82,51 persen dibandingkan dengan triwulan I-2017 yang mengapalkan 3.264,01 ton ikan tuna seharga USD31,09 juta.

Selanjunya, pengapalan aneka jenis ikan lainnya sebanyak 3.014,1 ton seharga USD20,94 juta pada triwulan I-2018, atau meningkat 7,02 persen dari triwulan yang sama tahun sebelumnya tercatat 3.355 ton senilai USD19.57 juta.

Posisi ketiga pengapalan ikan kerapu sebanyak 572 ton seharga USD14,19 juta pada triwulan I-2018, meningkat 95,90 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya 5.064 ton seharga USD7,24 juta.

Ikan kakap yang dipasarkan ke luar negeri sebanyak 397,2 ton seharga USD8,92 juta pada triwulan I-2018, meningkat 9,82 persen dari triwulan yang sama tahun sebelumnya tercatat 195,42 ton senilai USD8,130 juta.    

Agung menambahkan Bali juga mengekspor ikan hias hidup sebanyak 413.863 ekor seharga USD1,23 juta, menurun 9,11 persen dari sebelumnya 397.035 ekor seharga USD1,36 juta.


(SAW)