Ketua DPR Dukung Jokowi Lakukan Reformasi Perbaikan Iklim Bisnis

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 09 Aug 2017 18:37 WIB
berita dpr
Ketua DPR Dukung Jokowi Lakukan Reformasi Perbaikan Iklim Bisnis
Ketua DPR RI Setya Novanto (Foto:Dok.DPR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR RI Setya Novanto mengapresiasi capaian pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu terbukti melalui data yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Dalam laporan kuartal II tahun 2017, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen. Jika melihat data tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesja jauh berada di atas ekonomi dunia sebesar 3,5 persen.

"Kita perlu mengapresiasi capaian tersebut. Ini menunjukkan di tengah situasi perekonomian global yang masih tak menentu, pondasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan tetap kokoh," kata Novanto, dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 Agustus 2017.

Berdasarkan data IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi tiga besar di kelompok negara G-20 bersama India (7,2 persen), dan Tiongkok (6,6 persen). Jauh di atas negara besar lain, seperti Australia (3,1 persen), Korea Selatan (2,7 persen), Amerika Serikat (2,3 persen), dan Jepang (1,2 persen).

Maka tak heran jika lembaga pemeringkat kredit Standard and Poor (S&P) menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi Investment Grade. Moody's Investors Service dan Fitch Ratings juga memberikan penilaian positif terhadap penilaian kredit Indonesia.

Meski pertumbuhan ekonomi tidak diikuti konsumsi rumah tangga yang hanya tumbuh menjadi 4,94 persen, Novanto menganggap hal itu bukan sesuatu yang buruk. Bank Indonesia melaporkan, tabungan nasabah justru naik Rp60,4 triliun.

"Artinya, kebijakan fiskal perekonomian tahun 2017 secara keseluruhan cukup baik. Pemerintah masih bisa menjaga pendapatan masyarakat," ucapnya.

Novanto menegaskan bahwa DPR RI mendukung pemerintahan Jokowi-JK untuk terus melanjutkan reformasi perbaikan iklim bisnis, menumbuhkan investasi, serta meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat. Jika diperlukan, pemerintah bisa mengeluarkan paket kebijakan ekonomi seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu.

"Setidaknya sudah 15 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan dan terbukti memberikan efek positif dalam perekonomian nasional," kata dia.

Selain itu, Novanto juga menghimbau kalangan dunia usaha agar tidak melakukan pengurangan tenaga kerja yang akan berefek pada penurunan daya beli masyarakat. Jika ada regulasi maupun hal lainnya yang dirasa tak bisa menopang dunia usaha, DPR RI siap menampung aspirasi dan mencari solusi.

Novanto juga mendorong agar dana desa yang telah dianggarkan DPR RI mencapai Rp 60 triliun bisa segera disalurkan ke sekitar 75 ribu desa. Setiap desa rata-rata akan medapat Rp 1 miliar. Melalui penggunaan yang tepat dan cermat, diawasi seluruh kalangan masyarakat di desa.

"Saya yakin dana ini akan mampu menggerakan roda perekonomian desa. Pada akhirnya akan bisa meningkatkan pendapatan dan konsumsi masyarakat," ucapnya.


(ROS)