Permudah Transaksi Pelajar via Kartu Pintar

Amaluddin    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:05 WIB
bni
Permudah Transaksi Pelajar via Kartu Pintar
Pemkot Surabaya menggandeng BNI dalam pemanfaatan dan pengembangan bernama Smart Student Card. (FOTO: MTVN/Amal)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pelajar SD, SMP negeri dan Swasta di Surabaya akan semakin dipermudah dalam bertransaksi. Upaya ini akan segera terwujud setelah Pemkot Surabaya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam pemanfaatan dan pengembangan bernama smart student card (kartu pintar).

Kepala Kanwil BNI 46 Kota Surabaya Slamet Djumantoro menjelaskan smart student card memiliki banyak manfaat mulai dari rekaman data siswa (nama, tempat tinggalnya, dan NIK) dan sebagai kartu ATM.

"Khusus penggunaan sebagai kartu ATM akan difungsikan untuk transaksi pembayaran di kantin sekolah, berbelanja di mal dan yang paling utama adalah mengajari anak-anak untuk menabung sejak dini, itu misi kami," kata Slamet, usai bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, seperti diberitakan Jumat 11 Agustus 2017.

Rencananya, lanjut Slamet, kartu pintar segera diluncurkan pada 17 agustus 2017 sekaligus disosialisasikan kepada para pelajar SD-SMP se-Surabaya dan madrasah. "Targetnya tahun ini akan dibagi 3.000 kartu dengan target awal 400 ribu kartu secara bertahap di Surabaya saja," ujarnya.

Selanjutnya, Slamet mengaku akan melakukan edukasi digital banking secara dini kepada pelajar SD-SMP dalam proses bertransaksi dengan limit Rp1 juta, sehingga kartu ini dinilai aman dan orang tua bisa mengawasi penggunaan kartu ini.

"Karena sekarang sudah aamannya generasi milenial, semua ada di satu genggaman. Oleh karenanya kami biasakan mereka untuk menggunakan ATM," tambah Slamet.

Kepala Dinas Pendidikan M. Ikhsan menambahkan, data smart study card yang bakal digunakan untuk kartu pelajar dipastikan tidak akan berbenturan dengan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk). Pasalnya, data yang ada didalam kartu pelajar ini sudah disesuaikan dengan Dispendukcapil.

"Makanya kita bisa pakai NIK dan segala macam karena sudah menyatu semuanya," pungkas Ikhsan.


(AHL)