Masyarakat Dinilai Diuntungkan dengan Terbitnya Aturan NPG

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Jul 2017 12:32 WIB
perbankanbank indonesia
Masyarakat Dinilai Diuntungkan dengan Terbitnya Aturan NPG
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang pelaksanaan National Payment Gateway (NPG) atau gerbang pembayaran nasional. Tujuan penerbitan aturan ini adalah agar sistem pembayaran menjadi semakin mudah dan murah bagi lembaga jasa keuangan pada akhirnya bagi masyarakat.

Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi mengatakan, dampak positif bagi masyarakat karena akan mempermudah transaksi. Pasalnya selama ini sudah banyak transaksi elektronik yang digunakan seperti mobile banking, internet banking dan lainnya termasuk jenis pembayaran.

"Saya lihat ini sesuatu yang positif. Jadi kalau misalnya kita bayar-bayar pakai kartu kredit atau beli barang, transfer uang secara online, itu seperti jalan sendiri-sendiri dan perlu ada aturannya sendiri memang. Dan saya lihat dengan adanya NPG itu merupakan sesuatu yang baik," kata Eric kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Dengan NPG maka keamanan konsumen dalam bertransaksi akan terjamin dan akan mendorong transaksi elektronik karena pda dasarnya dengan NPG ini pasti ada yang difasilitasi. Pertama fasilitas dari lembaga standarnya, kemudian lembaga switching yang menyediakan infrastrukturnya dan lembaga service yang menyediakan layanannya.

Hanya saja, lanjut Eric, memang butuh waktu untuk pemaksimalan NPG dan pelaksanannya harus diawasi dengan baik. Terlebih lagi, edukasi ke masyarakat harus digalakkan agar bisa menjangkau masyarakat yang di desa. Eric menilai, di sana peran OJK harus maksimal.

"Sosialisasi perlu oleh otoritas terkait, bank-bank juga akan sosialisasi ke nasabahnya. BI dan OJK bisa adakan acara di kota-kota untuk sosialisasi. Tapi buat mereka yang masyarakat menengah ke bawah pun mereka akan mengikuti karena bangsa kita itu lumayan cukup cepat mengikuti perkembangan tekonologi," lanjut dia.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengaku optimistis jika dengan terlaksananya NPG ini akan membawa masyarakat ke kegiatan payment yang lebih efisien. Sebab transaksi yang dilakukan tidak akan tergantung lagi dengan perusahaan asing sebagai broker.

"Sehingga perkembangan e-money dan lainnya ke depan akan lebih menguntungkan perekonomian domestik. Maka itu, kesiapan infrastrukturnya harus maksimal untuk mendapatkan trust dari masyarakat," ujarnya.

Dirinya menambahkan, edukasi ke masyarakat desa tentang pelaksanaan NPG menjadi penting lantaran masyarakat yang berada di pedesaan masih banyak yang belum paham betul mengenai perbankan. Akses perbankan juga harus mudah agar setiap pelosok bisa menjangkau.

"Karena jika akses perbankan tidak ada, e-commerce tidak bisa dan edukasinya tentu juga tidak maksimal. Transaksi e-commerce pun juga harus mengembang volumenya agar provider NPG bisa efisien dan memberikan pelayanan yang kredibel," pungkasnya.

Sebelumnya, aturan NPG dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pembayaran nasional yang lancar, aman, efisien, dan andal, serta dengan memperhatikan perkembangan informasi, komunikasi, teknologi, dan inovasi yang semakin maju, kompetitif, dan terintegrasi.

Selain itu, PBI dikeluarkan dalam rangka membangun ketahanan, melakukan pengembangan yang terintegrasi dan berkesinambungan, serta meningkatkan daya saing sistem pembayaran nasional, diperlukan penataan infrastruktur, kelembagaan, instrumen, dan mekanisme sistem pembayaran nasional.

 


(ABD)