Jokowi Wacanakan Gandeng Korporasi untuk Pemasaran Produk Desa

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 04 Nov 2018 21:53 WIB
umkm
Jokowi Wacanakan Gandeng Korporasi untuk Pemasaran Produk Desa
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan pedagang telur saat meninjau Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018). Foto: Antara/Puspa Perwitasari.

Tangerang: ‎Presiden Joko Widodo ingin ada kerja sama antara pemerintah dan korporasi dalam memasarkan produk desa. Perusahaan diharapkan menerima dan membeli hasil produk-produk masyarakat desa.

"Ini mulai ditingkatkan, ada inovasi pemberdayaan ekonomi. Kalau bisa pemberdayaan ekonomi kerja sama dengan pabrik," ujar Jokowi dalam 'Sosialisasi prioritas Penggunaan Dana Desa'‎ di Tangerang, Minggu, 4 November 2018.

Produk yang dihasilkan masyarakat desa diyakini sesuai kebutuhan pasar jika terjalin kerja sama dengan perusahaan. "Mau menanam jagung silakan, tapi ada yang beli enggak? Kalau sudah kerja sama, hasilnya maka dapat terserap, sudah ada pasarnya," ucap dia.

Di bagian lain, ia menjelaskan soal penyaluran dana desa. Dalam empat tahun ini, terang dia, dana desa sudah mampu mengentaskan kemiskinan di tingkat desa. Bahkan, klaim dia, program‎ ini ingin ditiru negara lain.

"Bank Dunia bilang beberapa negara kepingin niru kita‎, cara penggunaannya seperti apa? Transfernya seperti apa? Mereka ingin belajar ke kita," tutur dia.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengakui, kerja sama dengan perusahaan untuk memasarkan produk dari masyarakat desa sudah berjalan. Itu dilakukan melalui program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades).

"Sekarang sudah ada di 128 kabupaten dan bekerja sama dengan 68 perusahaan," ujar Eko.

Eko menyebut kerja sama dengan perusahaan ‎tersebut akan terus ditingkatkan melalui Prukades. Sehingga, setiap tahunnya ditargetkan bertambah 40 desa yang dapat bekerja sama dengan perusahaan.

"Setiap tahun kita buka 40 di kabupaten‎," ucap Eko.

Prukades memiliki beragam tujuan dalam jangka menengah dan panjang. Program ini berdampak meningkatkan daya saing desa, mempercepat pemerataan pedesaan, dan menguatkan pembangunan daerah.

 


(HUS)