Program PKH Jokowi Sukses Turunkan Angka Kemiskinan

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 25 Oct 2018 05:00 WIB
kabinet jokowi-jk
Program PKH Jokowi Sukses Turunkan Angka Kemiskinan
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat - Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Jakarta: Pemerintahan Jokowi-JK secara serius merancang strategi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Selama empat tahun terakhir Jokowi fokus meningkatkan pendapatan bagi golongan 40 persen penduduk terbawah. 

"Strategi disusun dengan membangun sistem perlindungan sosial yang komprehensif salah satunya melalui restrukturisasi bantuan sosial melalui perluasan cakupan dan peningkatan desain program," kata Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat saat jumpa pers 4 tahun Jokowi-JK di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu 24 Oktober 2018. 

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis junlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2018 adalah 25,95 juta. Jumlah ini turun sebesar 630 ribu penduduk dibandingkan September 2017 sebesar 26,58 juta.

"Persentase penurunan kemiskinan turun menjadi 9,82 persen pada Maret 2018 dari 10,12 persen pada September 2017 atau turun 10,64 persen pada Maret 2017," jelas Hikmat. 

Dia bilang penurunan kemiskinan disebabkan efektivitas program bantuan sosial tunai yang meningkat 87,6 persen. Hal ini karena adanya penambahan jumlah keluarga Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"PKH telah disalurkan tepat waktu sebanyak 98,7 persen dan penyaluran program beras sejahtera (rastra) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada kuartal I 2018 sekitar 95 persen telah dilaksanakan sesuai jadwal," jelas dia.

Cakupan jumlah KPM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 menyasar 3,5 juta KPM. Jumlah ini terus meluas hingga tahun 2016 menjadi 6 juta KPM hingga tahun 2018 menjadi 10 juta KPM.

"Presiden Jokowi menjadikan program PKH sebagai program prioritas nasional dalam upaya penanggulangan kemiskinan," pungkas dia. 



(SCI)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

21 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA