Produk Ekspor Indonesia Bakal Kebanjiran Pembeli

Ilham wibowo    •    Rabu, 10 Oct 2018 15:25 WIB
trade expo indonesiaekspor-impor
Produk Ekspor Indonesia Bakal Kebanjiran Pembeli
Ilustrasi Trade Expo Indonesia -- Foto: Media Indonesia

Jakarta: Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, pada 24-28 Oktober 2018 mendatang diyakini bakal menumbuhkan neraca perdagangan. Ratusan delegasi dari mancanegara dipastikan hadir membeli produk ekspor Tanah Air.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan telah ada sembilan permintaan untuk memfasilitasi pertemuan delegasi yang disampaikan oleh kantor perwakilan Indonesia di luar negeri. Kedutaan Besar RI di Alger, Aljazair, menyampaikan permintaan untuk memfasilitasi pertemuan antara 31 delegasi bisnis Aljazair dengan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Selain keikutsertaan pelaku usaha Indonesia sebagai peserta pameran, sisi lain yang juga sangat penting dalam penyelenggaraan TEI adalah kehadiran buyer mancanegara. Untuk itu, pihak penyelenggara akan mempersiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan pameran,” kata Arlinda melalui keterangan resmi, Rabu, 10 Oktober 2018.

KBRI di Lagos, Nigeria, juga telah menyampaikan permintaan fasilitas pertemuan antara 27 delegasi bisnis Nigeria dengan Kadin dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Topik yang akan diangkat pada pertemuan tersebut antara lain terkait peluang bisnis dan investasi di berbagai bidang seperti konstruksi, agroindustri, pariwisata, manufaktur, niaga elektronik, makanan dan minuman, kelapa sawit, kosmetik, perhotelan, serta peralatan laboratorium.

Selain itu, KBRI di Cape Town, Afrika Selatan, juga menyampaikan bahwa delegasi pemerintahan Afrika Selatan yang dipimpin Wali Kota Mossel Bay akan bertemu dengan Kadin dan Pertamina. Mereka berencana menjajaki kerja sama investasi dengan Indonesia di bidang penyulingan gas.

Menurut Arlinda, secara khusus pihaknya mengalokasikan tiga ruangan untuk pertemuan delegasi dengan kapasitas 30 orang dan satu ruangan dengan kapasitas 50 orang.

“Kemendag bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya, termasuk kantor Perwakilan seperti Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri. Indonesia berupaya mengundang dan meyakinkan calon buyer untuk datang ke TEI untuk berbisnis dengan eksportir Indonesia,” papar Arlinda.

TEI tahun ini ditargetkan dapat mencetak transaksi sebesar USD1,5 miliar dari para pembeli dari mancanegara. Acara ini juga ditargetkan dapat diikuti 1.110 peserta pameran dan dihadiri lebih dari 28 ribu pengunjung. Adapun pembeli yang sudah terdaftar berasal dari dari 60 negara, di antaranya yaitu Nigeria, Tiongkok, India, Aljazair, Arab Saudi, Jepang, Uni Emirat Arab, Kamboja, Suriname, dan Amerika Serikat.

Para pembeli internasional juga dapat mengeksplor peluang kerja sama dengan mitra bisnis prospektif dan berinteraksi dengan stakeholder, pemimpin bisnis, dan para pelaku usaha guna mendapatkan wawasan tentang peluang bisnis di Indonesia.


(Des)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

5 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA