14 BUMN Raih Pembiayaan USD13,5 Miliar

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 11 Oct 2018 15:55 WIB
bumn IMF-World Bank
14 BUMN Raih Pembiayaan USD13,5 Miliar
Menteri BUMN Rini Soemarno, di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. Medcom/Annisa Ayu Artanti.

Nusa Dua: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memanfaatkan pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 untuk menjalin kesepakatan kerja sama investasi dari berbagai negara.

"Sebagai langkah konkrit untuk memaksimalkan agenda IMF-WB 2018, yang dihadiri oleh investor seluruh dunia, Kementerian BUMN bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan serta OJK membuka peluang besar bagi investor untuk berpartisipasi dalam kerja sama investasi proyek infrastruktur di Indonesia," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Rini menjelaskan total nilai investasi pada penandatanganan ini adalah USD13,5 miliar. Investasi tersebut dilakukan oleh 14 perusahaan dan 19 transaksi.

"Berdasarkan jenis investasi, strategic partnership memberikan kontribusi hampir 80 persen dari total nilai penandatanganan. Sementara selebihnya adalah project financing dan pembiayaan alternatif pasar modal," jelas dia.

Adapun untuk sektor-sektor investasi tersebut adalah migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, dan manufaktur. Berikut rincian kerja sama investasi dan pembiayaan yang ditandatangani:

1. Strategic Partnership senilai USD400 juta antara PT GMF AeroAsia Tbk dan Airfrance Industries serta KLM Enginering & Maintenance.
2. Partnership senilai USD500 juta antara GMF AeroAsia dan China Communications Contruction Indonesia.
3. Peluncuran penawaran kerja sama strategis bandara Kualanamu oleh PT Angkasa Pura II (Persero) kepada investor senilai hingga USD500 juta.
4. Strategic Partnership senilai USD100 juta antara PT Pindad (Persero) dan Waterbury Farrel.
5. Strategic partnership senilai USD320 juta antara PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty Ltd.
6. Strategic Partnership senilai USD850 juta antara PT Inalum (Persero), Antam, dan Aluminium Corporation of China Limited.
7. Kerja sama senilai USD500 juta antara PT KAI (Persero), PT INKA (Persero), dan Progress Rail (Caterpillar Group).
8. Kerja sama senilai USD185 juta antara PT Boma Bisma Indra (Persero) dan Doosan Infracore serta Equitek.
9. KIK-Dinfra senilai USD112 juta oleh PT Jasa Marga Tbk dan Bank Mandiri serta pernyataan efektif OJK.
10. RDPT PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai USD224 juta.
11. Kerja sama investasi senilai USD6,5 miliar antara PT Pertamina (Persero) dan CPC Corporation.
12. Kerja sama investasi senilai 150 juta euro antara PLN dan KfW.
13. Kredit investasi senilai USD523 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru-Dumai.
14. Asset monetization senilai USD336 juta oleh Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, dan SMI.
15. Kredit sindikasi USD684 juta kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga, dan SMI.
16. Investasi senilai USD310 juta antara Menjangan Group, ITDC, dan Amorsk Group.
17. Investasi senilai USD198 juta antara PT Wijaya Karya (Persero), ITDC, dan Menjangan Group.
18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai USD248 Juta.
19. Kerja sama hedging nilai tukar berbasis syariah senilai USD128 juta antara PT SMI dan Maybank.


 


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

20 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA