Asetku Bidik Pendanaan Rp500 Miliar/Bulan

Husen Miftahudin    •    Senin, 11 Feb 2019 16:53 WIB
fintech
Asetku Bidik Pendanaan Rp500 Miliar/Bulan
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Jakarta: Perusahaan pembiayaan kredit digital berbasis aplikasi, PT Inovasi Digital Pintar (Asetku) menargetkan pengumpulan pendanaan hingga Rp500 miliar per bulan. Asetku berusaha merealisasikan target tersebut pada akhir kuartal II-2019.

"Kita targetkan pendanaan hingga Rp500 miliar. Di bayangan kita, target Rp500 miliar per bulan itu kita akan capai di akhir kuartal II-2019," ujar Direktur Asetku Andrisyah Tauladan dalam konferensi pers di The Ritz-Carlton Pacific Place SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.

Nantinya, ungkap Andri, pendanaan yang berhasil dikumpulkan tersebut akan langsung disalurkan ke peminjam melalui Akulaku. Selama 2018, Asetku baru mengumpulkan pendanaan sebanyak Rp200 miliar.

Pendanaan berasal dari pemberi pinjaman individu, mulai dari Rp2 juta. Untuk menarik pendanaan, Asetku melakukan diversifikasi return rate, mulai dari 20 persen hingga 24 persen per tahun.

Sebagai pemain baru di dunia finansial teknologi, Non Performing Loan (NPL) Asetku saat ini masih 0,00 persen. 

"Pengembalian dana pokok maupun return kepada pemberi pinjaman masih di angka 100 persen, artinya belum ada gagal bayar kepada pemberi pinjaman," tukas Andri.

Asetku merupakan platform peer to peer lending yang berdiri sejak Oktober 2017. Sebagai saudara Akulaku, Asetku menyediakan layanan pinjaman dalam bentuk uang segar. Sementara, Akulaku menyediakan layanan pinjaman dalam bentuk barang yang dikreditkan.

Director of Corporare Affairs Akulaku Indonesia, Anggie Setia Ariningsih menjelaskan, kehadiran Asetku menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pinjaman uang segar.

"Kita dengan Asetku saling melengkapi. Costumer Akulaku enggak bisa pinjam uang (dana segar), karena bentuk pendanaannya berupa barang. Maka itu kehadiran Asetku menjawab costumer Akulaku, karena sekarang bisa memberikan pembiayaan dalam bentuk cash," pungkas Anggie.



(SAW)