Kemenhub Diminta Koreksi Regulasi Tarif Bagasi Pesawat

Ilham wibowo    •    Jumat, 11 Jan 2019 18:38 WIB
bisnis maskapaikementerian perhubungan
Kemenhub Diminta Koreksi Regulasi Tarif Bagasi Pesawat
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: Pengenaan tarif bagasi terdaftar pada maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) diprotes keras. Kebijakan itu dinilai memberatkan masyarakat yang akhirnya perlu mengeluarkan biaya lebih besar.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan regulasi dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri perlu ditinjau kembali.

Penentuan standar pelayanan yang diterapkan pada masing-masing maskapai termasuk kebijakan biaya bagasi dianggap menyalahi ketentuan tarif batas atas maskapai dengan predikat LCC.

"Kami protes karena bagasi berbayar ini kenaikan tarif tiket terselubung dan potensi besar melanggar batas atas tarif pesawat, Kemenhub harus sadar itu," ujar Tulus ditemui usai acara diskusi di Cikini, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Izin untuk memberikan keleluasaan maskapai pelayanan standar minimum mengelola tarif bagasi dinilai sebagai inkonsistensi terhadap tarif maskapai LCC. Saat digabungkan, tarif bagasi dan tiket penumpang bisa melebihi maskapai dengan pelayanan standar maksimum.

"Apanya yang LCC kalau kemudian biaya yang dikeluarkan konsumen jauh lebih tinggi dibanding LCC atau bahkan dengan full services sekalipun," ungkapnya.

Perubahan regulasi pelayanan angkutan udara ini perlu direvisi sebagai bentuk transparansi. Masyarakat, kata Tulus, bakal memahami saat maskapai penerbangan menaikan tarif layanan lantaran alasan eksternal seperti fluktuasi biaya bahan bakar avtur atau faktor ekonomi global.

"Kita tahu bisnis penerbangan bisnis mahal dan high risk. Kenaikan tarif itu menjadi keniscayaan tetapi fair saja, batas atas berapa batas bawah berapa, jangan menggunakan seolah-olah tidak naik tarif tapi gunakan instrumen dengan bagasi," pungkasnya.

 


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA