Bulog: Pengapalan Pertama Impor Jagung 70 Ribu Ton

   •    Jumat, 09 Nov 2018 13:04 WIB
berasstok berasbulogimpor beras
Bulog: Pengapalan Pertama Impor Jagung 70 Ribu Ton
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar menyebutkan impor jagung sebanyak 100 ribu ton akan dilakukan secara bertahap dengan pengapalan pertama sebesar 70 ribu ton. Adapun impor jagung akan didatangkan dari Argentina dan Brasil.

Sebanyak 70 ribu ton pada tahap pertama akan didatangkan melalui Pelabuhan Teluk Lamong dan sisanya 30 ribu melalui Pelabuhan Ciwandan "Sekali pengapalan ini sebanyak 70 ribu ton, kemudian 30 ribu ton. Bertahap ya," kata Bachtiar, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Bulog telah membuka lelang impor jagung kepada eksportir Argentina dan Brazil. Dalam surat lelang yang dipublikasikan per 7 November 2018 dan ditandatangani oleh Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar, Bulog memberi tujuh persyaratan bagi para eksportir

Syarat tersebut adalah peserta lelang atau eksportir merupakan anggota Grain and Feed Trade Association (GAFTA), berpengalaman dalam mengimpor jagung dalam jumlah banyak selama tiga tahun terakhir, menjadi pelanggan bank kelas dunia, memiliki laporan keuangan yang sudah diaudit, serta memiliki profil perusahaan.

Seluruh dokumen paling lambat dikirimkan pada 9 November 2018 pukul 17.00 WIB. Selain itu, Bulog juga memberi syarat agar eksportir mampu mendatangkan komoditas jagung paling lambat pada 20 Desember 2018.

Bachtiar menambahkan total jagung impor sebanyak 100 ribu sesuai yang diputuskan dalam Rakortas Kemenko Perekonomian, ditargetkan sudah masuk ke dalam negeri paling lambat akhir Desember 2018. Impor jagung dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri dan menekan harga jagung di tingkat peternak.

Seperti diketahui, sesuai hasil rapat koordinasi, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk mengelurkan rekomendasi impor jagung pakan ternak sebanyak 100 ribu ton dan menugaskan kepada Perum Bulog untuk melakukan impor.


(ABD)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

21 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA