100 Nelayan Tolak Tambang Biji Timah di Laut Rambat

   •    Minggu, 24 Jun 2018 12:30 WIB
nelayan
100 Nelayan Tolak Tambang Biji Timah di Laut Rambat
Nelayan. ANT/Bahri.

Muntok: Sekitar 100 orang perwakilan nelayan dari sejumlah desa di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendeklarasikan penolakan rencana operasional penambangan bijih timah menggunakan kapal isap produksi di Laut Rambat.

"Deklarasi ini merupakan inisiatif para nelayan bersama beberapa kepala desa yang berada di sekitar perairan Laut Rambat. Kami berharap melalui deklarasi ini bisa menjadi pertimbangan Gubernur Babel untuk meninjau ulang rencana operasional kapal isap produksi (KIP) menambang di Laut Rambat," kata Direktur Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia Kabupaten Bangka Barat Suhaidir Kojek dikutip dari Antara, Minggu, 24 Juni 2018. 

Pertemuan warga nelayan sekaligus deklarasi penolakan KIP dilaksanakan pada Rabu, 23 Juni di gedung pertemuan Kantor Desa Airnyatoh, Kecamatan Simpangteritip. dihadiri sejumlah perwakilan ketua nelayan desa, kepala desa, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat dan DPRD Babel.

Menurut dia, rencana operasional KIP di Laut Rambat perlu ditinjau ulang karena akan merugikan masyarakat, terutama para nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan di perairan itu.

Dalam deklarasi itu, para nelayan mengharapkan pengusaha KIP agar menghormati hak nelayan dan masyarakat lokal, serta tidak memaksakan diri untuk melakukan penambangan, sebelum disahkannya Perda Zonasi.

"Hasil pertemuan ini akan dibawa ke DPRD Provinsi Babel dan ditembuskan ke Kementerian Koordinator Kemaritiman agar bisa segera ditindaklanjuti," katanya.

Menurut dia, masyarakat sekitar Laut Rambat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan selama ini sudah cukup sejahtera tanpa adanya tambang di wilayah perairan laut.

Nelayan perairan Rambat dan sekitarnya merupakan salah satu penyuplai ikan konsumsi di Kabupaten Bangka Barat dan selama ini juga terkenal sebagai penghasil ikan teri asin terbesar di Bangka Belitung. Bahkan, para nelayan mampu menyekolahkan anak-anaknya ke luar daerah dan ada beberapa yang ke luar negeri.

"Kami ingin rencana penambangan itu dihentikan agar para nelayan bisa bekerja dengan aman, tenang dan damai," kata dia.

Deklarasi penolakan dihadiri sekitar 100 perwakilan nelayan dari sejumlah desa yang berada di sekitar perairan Laut Rambat, yaitu nelayan Desa Pebuar, Sungaibuluh dan Desa Kampak yang berada di wilayah administrasi kecamatan Jebus.

Selanjutnya, nelayan Desa Rambat, Simpanggong, Mayang, Pangek, Pelangas, Peradong, Airnyatoh, Kundi, Menduyung, Bukitterak, Kecamatan Simpangteritip dan perwakilan nelayan dari Desa Belolaut dan Desa Airlimau dari Kecamatan Muntok.



(SAW)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

7 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA