Kemenaker Gandeng Toyota Gelar Pelatihan Otomotif di BLK Bantaeng

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 06 Jul 2018 11:33 WIB
berita kemenaker
Kemenaker Gandeng Toyota Gelar Pelatihan Otomotif di BLK Bantaeng
?Kemenaker Gandeng Toyota Gelar Pelatihan Otomotif di BLK Bantaeng. (Foto: Dok. Kemenaker)

Bantaeng: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Toyota mengadakan kerja sama program pelatihan teknisi otomotif di Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kerja sama pelatihan ditujukan untuk memperbanyak dan memperkuat kompetensi kerja instruktur dan teknisi otomotif yang sesuai dengan kebutuhan Industri.

Program pelatihan teknisi otomotif yang didukung Japan International Coopertion Agency (JICA), Ehime Toyota Motor Corporation Japan, dan PT Hadji Kalla Toyota Makassar ini telah menghasilkan lulusan pelatihan sebanyak 16 orang dengan rincian enam instruktur dan 10 pencari kerja.  

"Pemerintah menggandeng perusahaan-perusahaan swasta untuk bekerja sama meningkatkan kompetensi dan mutu pelatihan kerja di BLK. Hal ini dilakukan agar lulusan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker, Kunjung Masehat pada acara wisuda program pelatihan teknisi otomotif di BLK Bantaeng, Sulawesi Selatan, dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Juli 2018.

Kunjung mengatakan percepatan peningkatan kompetensi melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Kita berharap kerjasama perusahaan dengan BLK dalam pelatihan vokasinya berperan strategis dalam percepatan peningkatan kompetensi SDM di Indonesia. Tenaga kerja terampil penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeberlanjutan juga untuk mengoptimalkan puncak bonus demografi pada 2035 ," ujar Kunjung. 

Ia berharap, program percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia. Baik program pelatihan di BLK maupun program pemagangan di perusahaan  dapat diikuti oleh para pencari kerja atau para pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerjanya.

"Kita berharap masyarakat juga bisa mengoptimalkan program pemerintah. Apalagi pelatihan di BLK gratis dan tidak ada pembatasan umur serta latar belakang pendidikan. Semua ketentuan yang menyulitkan masyarakat untuk mengakses pelatihan kerja di BLK sudah dihapuskan," tuturnya.

Sementara itu, Senior Vice President Ehime Toyota Corporation, Mr. Hidekazu Futagami berharap semangat belajar alumni BLK Bantaeng terus terjaga dan meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja. Para peserta pelatihan yang sudah lulus ataupun  yang akan memulai pelatihan harus terus belajar untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.

"Berbagai pelatihan keterampilan kerja yang telah dipelajari berguna melaksanakan pekerjaan nyata di tempat kerja nantinya. Program kerja sama pelatihan kerja di BLK ini juga penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan," katanya.

Kerja sama program pelatihan teknisi otomotif  di BLK melatih angkatan pertama selama dua tahun dengan materi ajar yang berstandar internasional Toyota level 2 (ahli). Total peserta pelatihan angkatan pertama sebanyak 16 orang dengan rincian enam instruktur dan 10 pencari kerja. Progam pelatihan ini akan dilanjutkan dengan melatih peserta pelatihan angkatan kedua.


(ROS)