Bank Mandiri Bidik Kredit Bermasalah di Bawah 3%

Kautsar Widya Prabowo    •    Sabtu, 09 Jun 2018 10:33 WIB
bank mandiri
Bank Mandiri Bidik Kredit Bermasalah di Bawah 3%
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membidik kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) bisa ditekan di bawah tiga persen sampai akhir 2018. Bank Mandiri terus menjaga kualitas penyaluran kredit dalam rangka menjaga tingkat NPL guna mendukung pertumbuhan bisnis.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengklaim kualitas penyaluran kredit di Bank Mandiri terus menunjukkan kondisi yang membaik dari waktu ke waktu. Bahkan, penyaluran kredit yang diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen di semester I-2018 siap diiringi dengan upaya menekan kredit bermasalah secara kontinu.

"NPL turun. April sampai Mei turun terus dan menuju angka tiga persen," ujar Tiko, sapaan akrabnya, di acara buka puasa bersama Himbara, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat malam, 9 Juni 2018.

Lebih lanjut, ia berharap, tingkat NPL bisa terus di bawah angka tiga persen sampai akhir 2018. Apalagi, di kuartal II-2018 ini rasio kredit bermasalah terus terlihat menurun. "Sesuai prediksi (tingkat NPL) turun terus. Jadi harusnya tahun ini (tingkat NPL ditekan) di bawah tiga persen sampai akhir tahun," tukasnya.



Di kuartal I-2018, tingkat NPL Bank Mandiri tercatat 3,32 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya di posisi 3,98 persen. Turunnya NPL tersebut dilakukan dengan memangkas alokasi biaya pencadangan menjadi Rp3,8 triliun dari Rp5,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Bank Mandiri juga senantiasa melaksanakan fungsi intermediasinya melalui penyaluran kredit sebesar Rp703 triliun pada akhir Maret lalu atau naik 7,1 persen secara tahun ke tahun, di mana kontribusi pembiayaan produktif sebesar 77,5 persen dari total portofolio kredit (hanya bank)," tutur Tiko.

Kinerja tersebut juga berhasil mendongkrak nilai aset Bank Mandiri menjadi Rp1.098,2 triliun pada akhir kuartal I-2018 atau tumbuh 6,2 persen secara tahunan. Adapun peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit investasi yang naik 6,4 persen yoy menjadi Rp199,7 triliun dan kredit modal kerja mencapai Rp276,5 triliun.

"Pertumbuhan laba secara bisnis dikontribusikan oleh dua segmen utama yakni corporate dan ritel terutama kredit mikro dan konsumer," pungkasnya.

 


(ABD)