Penurunan Tarif BPHTB Beri Angin Positif Bagi Ekonomi Daerah

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 30 May 2016 20:37 WIB
investasi properti
Penurunan Tarif BPHTB Beri Angin Positif Bagi Ekonomi Daerah
Illustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah daerah (pemda) diharapkan bisa menurunkan tarif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) hingga ke level rendah. Penurunan itu bertujuan untuk meningkatkan daya tarik instrumen KIK Dana Investasi Real Estate (DIRE)‎ di Indonesia.

Menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Real Estat Indonesia (REI) Rengganis Kartomo, peningkatan investasi KIK DIRE dilakukan guna memperoleh banyak produk DIRE. Hal ini karena selama ini hanya ada satu produk KIK DIRE yaitu PT Ciptadana Properti Ritel Indonesia (XCID) dengan total aset di atas Rp500 miliar.

Produk KIK DIRE yang kurang diminati, karena beban pajak yang ditanggung oleh perusahaan properti masih sangat tinggi. Untuk itu, pemda harus menurunkan  BPHTB ke level rendah. Pemda jangan takut terkait pendapatan yang mengalami penurunan, lantaran biaya BPHTB harus turun menjadi satu persen, dari  posisi lima persen.

"Pemda membuat kebijakan untuk memutuskan apakah lima persen menjadi satu persen, itu daerah yang punya kewenangan," jelas Rengganis, ‎ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Tidak berhenti di satu tempat saja. Rengganis menekankan, pemda pun bisa menjadi penyokong utama lewat aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  untuk menghasilkan pendapatan secara terus menerus.

"Pemda bisa jadi sponsor, karena aset lewat BUMD, seperti reklame atau aset lainnya yang bisa mendapatkan pendapatan sewa secara berkelanjutan," terang Rengganis.

Dengan memberikan langkah positif bagi kemajuan KIK DIRE, lanjut Rengganis, Pemda itu bakal memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan di daerahnya.

"Potensi penerimaan pajak dari BPHTB dan potensi dari instrumen ini untuk tambah pendapatan asli daerah (PAD),"  pungkas Rengganis.

Sekedar informasi, pemerintah sedang menggarap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk perlakuan perpajakan KIK Dana Investasi Real Estate (DIRE). RPP ini akan mengatur penurunan diskon pengenaan pajak penghasilan (PPh) asta transaksi DIRE, dari 5 persen menjadi 0,5 persen.

Selain itu, demi merangkul produk KIK DIRE yang ada di luar, pemerintah pun memiliki rencana penurunan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang saat ini masih memiliki tarif pajak 5 persen. Dari rencana yang ada, BPHTB ini bisa menjadi 1 persen.


(SAW)