Menperin Akui Harga Gas dan Listrik RI Kalah Jauh dari Thailand & Vietnam

Husen Miftahudin    •    Kamis, 22 Sep 2016 14:58 WIB
gas
Menperin Akui Harga Gas dan Listrik RI Kalah Jauh dari Thailand & Vietnam
Menperin Airlangga Hartarto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga gas Tanah Air dinilai belum mampu mengangkat daya saing produk industri nasional di kancah kompetisi negara-negara ASEAN. Mahalnya harga gas industri dinilai menjadi faktor utama produk-produk RI belum mampu mempenetrasi pasar ASEAN.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengakui, indeks harga gas dan listrik Indonesia kalah jauh dibanding Thailand dan Vietnam. Di level dunia, Indonesia hanya mampu menempati posisi ke-170 untuk harga gas dan listrik. Jika pun di luar biaya logistik dan biaya-biaya lainnya, Indonesia hanya mampu menempati posisi 150.

"Indeks harga gas dan listrik kita jauh dari Thailand yang indeksnya 100, kita di posisi 170. Sedangkan dengan Vietnam juga kalah, dia di 120. Indonesia harga gas dan listriknya kalau di luar logistik, cost of fund hanya di 150," ujar Airlangga, saat membuka FGD Forum Wartawan Industri (Forwin), di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016),

Menurutnya, daya saing menjadi yang utama untuk meraup pangsa pasar di kawasan regional ASEAN. Memperbaiki daya saing butuh ketegasan dan keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki sisi hulu tingginya harga gas dan listrik Tanah Air.

Selain infrastruktur energi, perlu juga kebijakan pembiayaan yang mempermudah para industri. Kata dia, pembiayaan untuk industri diharapkan lebih banyak disalurkan ketimbang pembiayaan-pembiayaan untuk sektor konsumsi.

"Daya saing itu kita butuh infrastruktur energi gas, easy doing bussiness itu sudah dilakukan pemerintah. Yang perlu juga kita dorong adalah SDM dengan vacational training, itu sedang kita kerjakan agar mampu menumbuhkan wirausaha baru dengan SDM baru di dunia industri," tegas Airlangga.

Seperti diketahui, menurut data Kemenperin, harga gas bumi di Singapura hanya sekitar USD4,5 per juta British thermal unit (MMBTU), Malaysia USD4,47 per MMBTU, dan Filipina USD5,43 per MMBTU.

Di Indonesia, harga gas untuk industri berkisar antara USD9 hingga USD10 per MMBTU. Mahalnya gas bumi untuk industri itu karena pengaliran gas dari hulu ke konsumen menggunakan pipa transmisi dan pipa distribusi yang panjangnya kiloan meter.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA