2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Furnitur Capai USD3,5 Miliar

Pythag Kurniati    •    Jumat, 19 May 2017 15:05 WIB
kementerian perindustrianfurnitur industri
2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Furnitur Capai USD3,5 Miliar
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih. (FOTO: MTVN/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri furnitur mampu mendongkrak angka ekspor. Adapun di 2019, Kemenperin menargetkan ekspor industri furnitur bisa mencapai USD3,5 miliar.

Padahal saat ini angka ekspor industri furnitur baru mencapai sekitar USD 1,5 miliar. "Artinya kita masih harus kejar USD2 miliar lagi untuk mencapai target," ungkap Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Kota Solo, Jumat 19 Mei 2017.

Mendongkrak ekspor, menurut Gati bukan perkara mudah. "Kondisi saat ini kita masih kalah dengan Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Padahal mereka tidak memiliki hutan," ujarnya.

Kementerian Perindustrian pun akan melakukan beberapa upaya agar target ekspor produk furnitur terpenuhi. Misalnya, meminta Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menjadi material centre sebagai penyedia bahan baku produk furnitur.

Baca: Menperin Airlangga Tantang Industri Furnitur Kembangkan Usaha di Luar Jawa

"Nanti teman-teman IKM bisa membeli bahan baku dari PPI. Sehingga kendala bahan baku yang biasanya menjadi persoalan bisa diselesaikan," jelas Gati.

Kemudian Kemenperin juga membantu produksi dengan restrukturisasi. Bagi IKM furnitur yang membeli mesin produksi impor baru, maka akan mendapatkan pengembalian dari pemerintah sebanyak 25 persen.

"Nanti akan ada surveyor dari kami yang meninjau mesinnya ke masing-masing IKM," kata dia.

Sementara dari sisi sumber daya manusia, Kemenperin akan membangun politeknik di Kendal untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang furnitur. "Jika izin dari provinsi Jateng sudah turun rencananya akan dibangun 2017 ini," imbuhnya.

Sebagai sarana penunjang promosi, Kemenperin bekerja sama dengan Kemenkominfo dan dua market place (bukalapak.com dan blanja.com) membentuk e-smart IKM. "Di awal, kami targetkan 1.000 IKM masuk dan bisa bertempur di pasar global," tutup dia.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA