Kestabilan Suhu Politik Memengaruhi Pertumbuhan Sektor Properti

   •    Kamis, 20 Apr 2017 17:42 WIB
properti
Kestabilan Suhu Politik Memengaruhi Pertumbuhan Sektor Properti
illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Semarang: Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyatakan kestabilan suhu politik memengaruhi pergerakan sektor properti secara nasional.

"Termasuk di Jawa Tengah, suhu politik di pusat yang kurang baik akan sangat berpengaruh," kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat pada pembukaan pameran perumahan di Mal Paragon Semarang, dikutip dari Antara, Kamis 20 April 2017. 

Dia mengatakan, hal ini termasuk pilkada di daerah lain selama menjadi perhatian seluruh Indonesia ternyata cukup berpengaruh terhadap penjualan properti.

Menurut dia, investor akan enggan menginvestasikan uang mereka untuk membeli properti di dalam negeri jika kondisi tidak kondusif, baik itu politik maupun keamanan secara umum.

Oleh karena itu, pihaknya berharap seluruh pihak dapat menciptakan kondisi yang aman agar memberikan dampak positif bagi kondisi ekonomi di dalam negeri termasuk sektor properti.

"Prediksi saya mulai semester dua tahun ini penjualan akan semakin baik, meski demikian sejauh ini penjualan mulai menampakkan peningkatan," katanya.

Dia mengatakan, pada REI Expo ketiga yang dilaksanakan pada Maret lalu berhasil terjual 54 unit, padahal pada REI Expo pertama dan kedua hanya terjual di kisaran 40 unit.

"Saya optimistis penjualan pada bulan ini atau REI Ekspo keempat akan semakin baik, kalau target dari REI dapat terjual hingga 70 unit," katanya. 

REI Expo keempat sendiri melibatkan 15 pengembang rumah mewah. Kegiatan dilaksanakan selama 12 hari mulai hari ini hingga 1 Mei 2017.

"Khusus pada pameran kali ini segmentasi pasar kami untuk menengah atas.  Mudah-mudahan pasar untuk segmentasi ini semakin bergairah," tambah dia.

Selain kondisi keamanan di Jawa Tengah yang cukup kondusif, dia mengatakan, penjualan yang semakin baik di sektor properti ini juga dipicu oleh suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang semakin kompetitif.

"Terutama untuk bank-bank BUMN, mereka sangat kompetitif. Belum lama ini BNI bekerja sama dengan REI pusat meluncurkan program KPR dengan bunga 4,5 persen fixed satu tahun dan bunga 8,25 persen fixed lima tahun," pungkas dia. 

Pihaknya berharap, hal ini akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap sektor properti di Jawa Tengah di 2017.



(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA