Pemerintah Akan Batasi Harga Tanah

Husen Miftahudin    •    Senin, 09 Feb 2015 20:02 WIB
njop
Pemerintah Akan Batasi Harga Tanah
Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. (Foto:MI/Panca)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah akan membatasi harga tanah di Indonesia. Karena  harga tanah yang wilayahnya menjadi kawasan bisnis melambung drastis tanpa dapat dikontrol.
 
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ferry Mursyidan Baldan mengatakan,pihaknya akan mengatur batas atas harga tanah di beberapa zona melalui reformulasi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Penentuan batas atas harga tanah ini untuk mengendalikan harga tanah yang melambung tinggi di beberapa wilayah, sehingga orang tidak menghargai nilai jual tanah sesuka hati,” kata Ferry saat ditemui usai meresmikan ruangan pers di Kementerian ATR/BPN, Jalan Sisingamaraja Nomor 2, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015).
 
Dia mengungkapkan, harga tanah yang melambung drastis sulit dikontrol karena wilayah tersebut berubah menjadi kawasan bisnis. Padahal penentuan harga tanah yang melambung tersebut bukan dari pemerintah. "Bagaimana kita mau mengontrol harga. Misal, tanah Rp40 juta tapi mereka jual Rp150 juta. Apa dasarnya? Sementara kalau pakai NJOP harganya jauh dibawah penawaran,” ujarnya.
 
Ferry mengaku akan mengatasi masalah itu dengan membatasi harga tanah batas atas sesuai zonasi wilayah. Batas atas harga tanah akan ditentukan sesuai harga NJOP yang akan diperbaharui tiap tahun. Sehingga harga tanah di suatu wilayah memiliki standar dan batas harga tertinggi. “Pemerintah yang akan menetapkan harga batas atas tanah di wilayah tertentu. Standar harga ditentukan oleh Pemerintah,” katanya.


(FZN)