Dukung Pengelolaan Rawa Lebak, Mentan Kucurkan Rp6 Miliar

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 15 Nov 2017 14:43 WIB
berita kementan
Dukung Pengelolaan Rawa Lebak, Mentan Kucurkan Rp6 Miliar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:Dok.Kementan)

Hulu Sungai Selatan: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya di lahan rawa lebak, di Desa Banua Hanyar, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Total lahan yang siap panen seluas 900 hektare.

Dalam kata sambutannya, Amran berharap petani lebih giat bekerja. Jika seluruh potensi lahan bisa diolah dengan baik, maka dapat memenuhi kebutuhan Indonesia dan ekspor ke luar negeri.

"Kalau kita bisa mengembangkan seluruh potensi di Kalimantan, kita bisa beri makan seluruh kawasan Asia Tenggara," kata Amran, di hadapan masyarakat Desa Banua Hanyar, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Rabu, 15 November 2017.

Guna memompa semangat petani, pemerintah juga menyerahkan bantuan bibit padi varietas ciherang, impara 39 dan impara 42. Total bantuan bibit yang diserahkan sebanyak 3 ton.

Tak hanya itu, Amran pun memberikan bantuan beberapa unit alat bantu pertanian, yaitu empat unit traktor besar, empat unit eksfator, 10 unit hand traktor.

"Dikirim dalam waktu dekat, usahakan satu atau dua minggu sampai ke sini," kata Amran yang disambut ucapan terima kasih masyarakat Desa Banua Hanyar.

Bupati Hulu Sungai Selatan Achmad Fikri juga menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran yang telah meluangkan waktu menyaksikan panen raya di Desa Banua Hanyar. Dia berharap, Mentan dapat melihat potensi alam di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Bapak Menteri di perjalanan bilang, akan diadakan kegiatan besar-besaran (pembangunan infrastruktur pendukung)," kata Fikri.

Fikri berpesan kepada masyarakat untuk tidak menghambat niat baik pemerintah tersebut dengan berbagai masalah, misalnya persoalan tanah. Masyarakat perlu mendukung langkah pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dalam mengolah alam demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau dilakukan penataan, jangan ribut urusan tanah. Jadi hari ini ditetapkan dahulu kalau mau diolah. Enggak boleh ada persoalan tanah. Tidak boleh nanti bilang 'Pak Menteri, ini lahan saya, enggak boleh diganggu gugat'. Tidak boleh itu," ujar dia.


(ROS)