Lawan Serius Perbudakan Modern di Sektor Perikanan

   •    Minggu, 19 Nov 2017 20:30 WIB
perikanan
Lawan Serius Perbudakan <i>Modern</i> di Sektor Perikanan
Illustrasi. (ANT/Ampelsa).

Jakarta: Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati menginginkan pemerintahan di dunia benar-benar serius dalam melawan fenomena perbudakan modern di sektor kelautan dan perikanan.

"Tidak banyak yang tahu bagaimana cerita dan proses di balik makanan laut yang tersedia di meja makan mereka. Terungkapnya kasus perbudakan modern di Benjina menjadi titik poin penting bagi negara-negara di ASEAN untuk serius dalam menyelesaikan isu praktek perbudakan modern dalam sektor perikanan," kata Susan Herawati dikutip dari Antara, Minggu, 19 November 2017.

Susan yang juga menjabat sebagai Koordinator Regional Keadilan Perikanan Asia Tenggara (Seafish for Justice) mengemukakan kasus perbudakan di Benjina, Maluku Tenggara hanya menjadi salah satu kasus perbudakan dari modern dari banyaknya praktek-praktek perbudakan modern di Asia Tenggara.

Menurut dia, kompleksnya permasalahan praktek perbudakan modern ini bukan hanya melibatkan industri-industri perikanan yang besar, namun juga isu ini sangat erat kaitannya dengan permasalahan aktivitas penangkapan ikan ilegal serta perdagangan manusia.

Untuk itu, Seafish for Justice mendorong negara-negara di Asia Tenggara untuk segera meratifikasi konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerja di Sektor Perikanan, jika ingin menyudahi perbudakan modern di Asia Tenggara.

Pada 2016, Seafish for Justice mengadakan riset tentang pekerja perikanan dan menemukan fakta bahwa pekerja perikanan rentan menjadi korban pelanggaran HAM berat.

Berdasarkan hasil riset tersebut, Seafish for Justice menemukan fakta bahwa pekerja perikanan harus bekerja lebih dari 17 jam, terpaksa memakan makanan kadarluasa, terikat kontrak yang merugikan pekerja, dan mendapatkan gaji di bawah standar upah minimum pekerja.

Susan berpendapat, butuh keseriusan dari setiap negara Asia Tenggara untuk menyudahi praktik perbudakan di atas kapal perikanan melalui ratifikasi konvensi ILO Nomor 188.

"Kita harus bersolidaritas dan bekerja sama menyudahi praktik perbudakan di atas kapal perikanan," tegasnya.


(SAW)

Petaka di Gedung Bursa

Petaka di Gedung Bursa

15 hours Ago

77 orang terluka dalam insiden ambruknya selasar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Polisi m…

BERITA LAINNYA