Menhub: Tarif Kereta Bandara Dikaji Lebih Bersahabat

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Dec 2017 21:42 WIB
kereta bandara
Menhub: Tarif Kereta Bandara Dikaji Lebih Bersahabat
Kereta bandara MTVN/Nur Azizah.

Tangerang: Pemerintah akan mengoperasikan kereta bandara Soekarno Hatta (Soetta) per 1 Januari 2018. Saat ini, kereta yang dioperasikan oleh PT Railink tengah berada dalam masa uji coba.

Sebelumnya, tarif kereta bandara mencapai Rp100 ribu untuk satu kali perjalanan. Tarif tersebut dikritik oleh Presiden Jokowi, karena dinilai terlalu mahal.

Adanya kritikan itu, langsung ditanggapi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya. Dia mengaku, tarif kereta bandara sedang dalam proses perhitungan oleh Kementerian BUMN bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Ini tarif kita sedang pelajari. Kemarin Presiden memang menyatakan mungkin itu agak terlalu mahal dan kita akan kaji dengan suatu angka lebih bersahabat," kata Menteri Budi, ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa, 5 Desember 2017.

Railink merupakan anak usaha patungan PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kereta Bandara Soekarno-Hatta ini akan melalui lima stasiun yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Seperti diketahui hingga 31 Desember 2017 harga tiket bandara akan dibanderol seharga Rp30 ribu per orang. Namun setelah itu tarif akan mengalami penyesuaian menjadi Rp100 ribu per orang.

Dalam rencana proyek, keberangkatan kereta bandara setiap 30 menit sekali dari Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Soekarno-Hatta. Jadwal keberangkatan dimulai pukul 03.00 WIB dini hari hingga 23.00 WIB. Waktu tempuh sekitar 40-50 menit.

Kereta ini akan menjadi moda transportasi baru untuk menjangkau Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang selama ini hanya bisa dijangkau oleh moda transportasi tertentu yakni bus, taksi, dan mobil pribadi.


(SAW)