Indonesia Tawarkan Kopi dan Sawit ke Asia Selatan

   •    Selasa, 23 Jan 2018 10:11 WIB
kelapa sawitkementerian perdagangankopiasia selatan
Indonesia Tawarkan Kopi dan Sawit ke Asia Selatan
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Iggoy el Fitra)

Jakarta: Pemerintah Indonesia berupaya memperluas pasar sejumlah komoditas ke Asia Selatan. Di antara komoditas yang ditawarkan antara lain kopi, kelapa sawit berserta turunannya, serta rempah-rempah.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memimpin langsung misi dagang ini dengan memboyong sebanyak 61 orang delegasi bisnis Indonesia. Adapun negara yang dituju adalah India 22 Januari dan Pakistan 26 Januari.

"Untuk memaksimalkan misi ini Kementerian Perdagangan akan mengadakan forum bisnis, one-on-one business matching, dan pertemuan bilateral dengan pemerintah di sana," kata Enggar dalam kererangan resminya, Senin, 22 Januari 2018.

Menurut Mendag, isu penting yang akan diangkat dalam kunjungannya ke India adalah segera menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Upaya penyelesaian segera RCEP adalah hasil Pertemuan Intersesi Menteri Ekonomi ASEAN di Singapura, beberapa waktu lalu.

"Dengan potensi RCEP yang begitu besar, negara-negara ASEAN berkomitmen untuk segera menyelesaikan perundingan RCEP pada tahun ini," kata Enggar.




RCEP merupakan pakta perdagangan bebas yang terdiri atas 16 negara, mencakup hampir setengah populasi dunia. Ke-16 negara anggota RCEP adalah sepuluh negara ASEAN dengan enam negara mitra yakni Australia, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Penyelesaian perundingan RCEP, kata Enggar, diharapkan dapat memberikan peluang kerja bagi generasi muda, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan perkembangan inklusif, serta mempromosikan inovasi untuk memperbaiki standar hidup masyarakat.

Asia Selatan, terutama India, merupakan pasar yang besar dan potensial. Pada 2016, total perdagangan Indonesia-India sebesar USD12,98 miliar.

Sementara pada periode Januari-November 2017 menunjukkan kenaikan menjadi sebesar USD16,55 miliar. Sementara total perdagangan Indonesia-Pakistan pada 2016 senilai USD2,17 miliar AS, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD1,86 miliar.

Sedangkan nilai ekspor Januari-November 2017 mencapai USD2,38 miliar atau naik sebesar 24,24 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2016. (Media Indonesia)


(AHL)