Larang Penenggelaman Kapal

Menko Luhut Ingin Kapal Sitaan Dimanfaatkan Nelayan

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 09 Jan 2018 20:41 WIB
nelayan
Menko Luhut Ingin Kapal Sitaan Dimanfaatkan Nelayan
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, larangan penenggelaman kapal lagi adalah untuk memanfaatkan kapal sitaan pelaku illegal fishing. Kapal-kapal tersebut bisa digunakan oleh nelayan lokal guna meningkatkan produktivitas perolehan ikan nasional.

Dirinya membantah apa yang disampaikannnya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti adalah untuk melindungi mafia perikanan. Justru Luhut berharap kapal-kapal sitaan bisa dimanfaatkan oleh nelayan melalui koperasi nelayan.

"Setelah sekian lama jalan, kita pikir-pikir masa terus-terusan begitu. Saya pikir mau diapakan itu kapal, masa mau dibiarkan rusak padahal nelayan kita banyak," kata dia di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Luhut menceritakan, ide menenggelamkan kapal sudah ada sejak dirinya menjabat Kepala Staf Presiden hingga Menteri Koordinator bidang Hukum dan HAM. Keputusan Presiden (Keppres) juga diputuskan saat dirinya menjabat Menko Polhukam sehingga dirinya tegas mendukung langkah Menteri Susi.

"Jadi jangan ada yang berpikir macam-macam di luar kasih pikir saya melindungi (mafia), enggak ada. Jangan ragukan integritas kami. Jadi jangan keliru, saya sangat mendorong itu, bahwa tindakan tegas penenggelaman kapal itu bisa dilakukan," jelas dia.

Dengan memanfaatkan kapal asing yang melakukan illegal fishing untuk nelayan lokal maka produktivitas hasil tangkapan ikan bisa ditingkatkan. Namun langkah ini bukan berarti pemerintah memberi kelonggaran bagi pelanggar yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Jadi sebenarnya tidak ada maksud itu. Presiden memerintahkan untuk fokus pada tugas kita masing-masing. Apa itu? Peningkatan ekspor misalnya di KKP, yang dari data yang ada itu (perolehan ikan) menurun, jadi ditingkatkan itu," pungkasnya.


(SAW)