Melalui Upsus, Indonesia Terbebas dari Impor Beberapa Komoditas

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 09 Mar 2018 13:02 WIB
berita kementan
Melalui Upsus, Indonesia Terbebas dari Impor Beberapa Komoditas
Mentan Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Makassar: Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerapkan program Upaya Khusus (Upsus) di sektor agraris Indonesia. Penerapan Upsus dinilai berhasil sehingga membuat Indonesia terbebas dari mengimpor beberapa komoditas.

Aspek Upsus yang diterapkan yaitu meliputi perubahan mendasar atas kebijakan-kebijakan yang menghambat pelaksanaan program, perbaikan infrastruktur, penguatan peran industri hilir, introduksi asuransi pertanian, dan memperpendek rantai pasok komoditas pertanian.

Pemilik Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran” dari Menteri Kehakiman RI itu menyebutkan, salah satu komoditas yang berhasil diselamatkan dari impor yaitu jagung. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia mengekspor salah satu jenis tanaman sumber karbohidrat itu ke Filipina.

"Kini 2018 sudah ekspor jagung ratusan ribu ton. Seandainya tidak ada program Upsus, kita akan mengimpor 4 sampai 5 juta ton,” kata Mentan Amran, usai melepas 6.600 ton jagung ke Filipina di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Maret 2018.

Peraih gelar Doktor Ilmu Pertanian Unhas tahun 2008-2012 itu menyebutkan, berkat Upsus yang diterapkan, peringkat sektor pertanian Indonesia di dunia juga meningkat tajam. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga riset dan analisis ekonomi internasional yakni The Economist Intelligent Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation, Indonesia bercokol di peringkat 16 dengan skor 53,87 untuk kategori pertanian berkelanjutan.

"Indonesia berada di atas Tiongkok, Amerika Serikat, dan India," ungkap suami Martati tersebut.

Selain itu, peraih Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian tahun 2007 itu juga menyebutkan, keberhasilan sektor pertanian Indonesia juga dipuji oleh Kepala Food and Agriculture Organization (FAO Regional Bangkok (ADG FAO Bangkok), Kundhavi Kadiresan. Organisasi pangan dunia itu mengaku terkejut dengan kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Beberapa program yang merupakan bagian Upsus menarik perhatian FAO yaitu pelaksanaan program asuransi pertanian dan sistem informasi pemantauan pertanian, kalender pertanian berbasis teknologi.

"Baru saja kami ketemu FAO, kemarin siang, di Jakarta. Mereka mengapresiasi ekspor. Nilai ekspor kita naik 24 persen lebih," ucap Mentan.

Peraih penghargaan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) tahun 2011 itu menyebutkan, keberhasilan sektor agraris juga tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, tanpa sinergi antar lembaga dan instasi lah  yang membuat pertanian Indonesia semakin berkembang.

"Bukan Kementerian Pertanian saja, ada TNI, Polisi, akademisi, gubernur dan berbagai instasi lainya. Kita bersatu sehingga kita membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor," katanya.


(ROS)