Kesejahteraan Petani Pangan Sulut Naik Tipis

   •    Jumat, 10 Nov 2017 12:17 WIB
pertanianpetanibpsekonomi daerah
Kesejahteraan Petani Pangan Sulut Naik Tipis
Ilustrasi (Antara Foto/Yusran Uccang)

Manado: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kesejahteraan petani tanaman pangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Oktober 2017 mengalami kenaikan namun tipis. Diharapkan kenaikan ini bisa terus berlanjut di masa-masa yang akan datang.

"Kesejahteraan tersebut tercermin pada nilai tukar petani tanaman pangan pada Oktober membaik 1,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya dari 90,82 di September menjadi 92,20 di Oktober," kata Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Sulut Martedhy Tenggehi, seperti dikutip dari Antara, Jumat 10 November 2017.

Dia mengatakan naiknya harga gabah dan jagung di tingkat petani dan menurunnya harga bahan makanan untuk konsumsi rumah tangga memperbaiki Indeks NTPP di subsektor ini. Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) di subsektor ini, mengalami perbaikan 0,85 perrsen, dari 97,56 pada September menjadi 98,39 di Oktober.

Nilai NTUP masih di bawah 100, ini menunjukan daya beli petani tanaman pangan tidak sebaik ketika di 2012. NTP di Sulut pada Oktober 2017 naik 1,38 persen, dari nilai 92,99 pada September naik menjadi 94,27.

"Secara umum, membaiknya NTP disebabkan oleh dua hal, yakni kenaikan harga komoditi yang dihasilkan petani dan penurunan harga barang konsumsi rumah tangga," tuturnya.

Nilai NTP pada tahun kalender 2017 juga mengalami kenaikan 0,35 persen, namun secara YoY (tahun ke tahun) masih mengalami penurunan 0,29 persen. Dia menjelaskan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada Oktober 2017 menguat 0,87 persen dibanding bulan sebelumnya, pada di September masih 103,06 dan di bulan Oktober sudah sebesar 103,96.

NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dan dinyatakan dalam persentase. Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.


(ABD)