Cegah Kerugian

Kemendag akan Batasi Harga Telur dan Daging Ayam

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 04 Jan 2018 19:21 WIB
telur ayam
Kemendag akan Batasi Harga Telur dan Daging Ayam
Telur Ayam. MI/BARY FATHAHILAH.

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) merencanakan penerapan rentang (range) harga untuk telur dan ayam agar produsen tidak rugi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widyanti mengatakan suplai dan permintaan (demand) menjadi faktor utama mengapa rencana rentang harga ini disusun. Pemerintah akan membentuk harga batas atas dan batas bawah untuk dua komoditas itu.

Seperti diketahui pada Juni 2017 lalu, harga telur dan ayam sempat merosot akibat suplai terlalu banyak sementara demand tetap. Lalu, pada Desember 2017 menjelang natal dan tahun baru 2018 harga telur dan ayam kembali melonjak karena demand kembali menguat.

"Nah di tingkat peternak ini akan kita bahas dengan para pelaku. Berapa sih harga yang pas, harga terbawah dan tertinggi," kata Tjahja di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.

Tjahja mengaku rencana ini masih dalam pembahasan sehingga belum bisa menyebut rentang harga telur dan ayam tersebut berapa.

"(Aturan ini untuk) Tingkat Produsen dulu. (Range) belum ada, kita belum bahas itu," ucap dia.

Adapun harga acuan telur saat ini di tingkat konsumen Rp22 ribu per kilogram (kg) dan di tingkat produsen Rp18 ribu per kg. Sementara harga acuan daging ayam saat ini di tingkat konsumen Rp32 ribu per kg dan di tingkat produsen Rp18 ribu per kg.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah rentang harga ini diterapkan untuk komoditas bawang merah, Tjahja mengungkapkan rentang harga baru akan diterapkan untuk telur dan ayam saja.

"Iya. Kita baru berpikir untuk telur dan ayam. Kalau bawang merah kan sudah ada acuannya," imbuh dia.

Penentuan harga bawang merah ditentukan berdasarkan kordinasi lintas kementerian yakni Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan. Pemerintah akan menyiapkan tempat penyimpanan untuk bawang mengingat harga bawang tergantung musim dimana jika musim hujan harganya naik.

"Kalau Kementan, mereka berikan info pada kami di mana saja titik-titik produksi bawang merah. Kemudian, kami dari Kemendag mempersiapkan harga di tingkat ecerannya. Kemudian BUMN kita minta untuk menyerap bawang merah di petani," tutur dia.



(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA