Ilham Habibie: 4 Maskapai Telah Pesan Pesawat R80

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 11 Oct 2017 18:21 WIB
pesawat
Ilham Habibie: 4 Maskapai Telah Pesan Pesawat R80
Ilham Habibie. (FOTO: MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Regio Aviasi Industri (RAI) sedang membangun pesawat R80. Pesawat buatan anak bangsa ini dianggap lebih murah dan diklaim bisa bersaing dengan pesawat ATR72 yang dibuat oleh perusahaan Prancis-Italia.

‎Menurut K‎omisaris Regio Aviasi Industri Ilham Habibie, pesawat R80 memiliki kapasitas 80-90 penumpang. Angka itu lebih besar 10-15 persen bila dibanding kapasitas ATR 72.

"Jadi pesawat yang ada di pasar penumpangnya maksimal 72 untuk ATR, kami 80-90 jadi minimum 10 persen di atas mereka," ujar Ilham, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Ilham menuturkan, untuk harga, diyakininya lebih murah 10 persen bila dibanding ATR 72. ‎Karena, biaya pengembangan R80 sekitar USD1,5 miliar jauh lebih murah dari modal pengembangan pesawat ternama dunia lainnya.

"Saya dulu kerja di Boeing tahun 90-an. Waktu itu pesawat Boeing 737 itu beralih generasi baru dengan hanya cockpit baru dengan sayap baru butuh USD2 miliar," papar dia.

Pengembangan di Indonesia lebih murah, sebut Ilham, karena biaya teknisi jauh lebih murah di Indonesia. Meski, cukup banyak teknisi di Indonesia yang sudah cukup berpengalaman. "Jadi fakta yang membuat lebih daya saing dengan yang lain dari segi biaya, biaya orang, baik dari segi enginering maupun produksi," ungkapnya.

Dengan harga yang lebih murah dan kapasitas lebih besar, lanjut dia, maka pesawat R80 bisa memenangkan pasar untuk skala di Asia. Setidaknya, sampai saat ini ada empat maskapai yang sudah tertarik dengan pesawat R80 dengan jumlah pesanan mencapai 155 unit.‎

"Itu sudah letter of interest, Nam Air 100 unit, 25 Trigana Air, 20 Kalstar dan 10 Aviastar," pungkas Ilham.

Dengan dana sebanyak Rp20 triliun atau setara USD1,5 miliar, PT Regio Aviasi Industri (RAI) bakal mengembangkan pesawat R80 yang merupakan hasil karya dari dalam negeri. Pengembangan diharapkan bisa terbang pertama kali pada 2022, dan mendapat sertifikasi penerbangan di 2025.

"2022, kita harapkan pesawat R80 bisa first flight, dan dapat sertifikasi pada 2025. Kita optimistis bisa dapat itu," ungkap Presiden Direktur Regio Aviasi Industri, Agung Nugroho belum lama ini kepada Metrotvnews.com.

Pada saat pengembangan, Agung menyatakan, bakal menggandeng banyak kalangan, seperti perusahaan pelat merah PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan dua perusahaan mesin dari luar negeri, yakni Pratt & Whitney dan Rolls Royce.

Tahap awal, dia mengaku, dengan dana sebesar itu, setidaknya ada enam pesawat R80 yang bisa dibangun, itu sudah termasuk proses pengembangan dari awal hingga selesai.

Adapun dari total enam pesawat, sebanyak empat pesawat yang akan diterbangkan, dan sisanya di darat. Pesawat tersebut akan dikembangkan di Bandung dan Kertajati.

"Pak Habibie (Presiden Indonesia ke-3) sangat support sekali pengembangan ini. Pemerintah juga mendukung sekali, karena sudah ada statusnya dalam program nasional. Jadi, ini juga difasilitasi oleh pemerintah," papar dia.

Dana investasi yang terbilang besar, Agung menyebutkan, pihak investor dari swasta bisa masuk. "Karena, ini memang proyek tidak menggunakan dana negara, jadi kita mengundang banyak dari swasta untuk menyukseskan pembangunan pesawat yang dibuat dari tangan asli Indonesia," tutur Agung.


(AHL)