Uang Beredar Tumbuh 10,6% di Oktober 2017

   •    Minggu, 03 Dec 2017 11:16 WIB
bank indonesia
Uang Beredar Tumbuh 10,6% di Oktober 2017
Bank Indonesia. MI/Usman.

Jakarta: Indikator likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas tumbuh 10,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp5.283,3 triliun. Angka ini melambat jika dibandingkan September 2017 yang sebesar 10,9 persen (yoy).

Dikutip dari Antara, Minggu, 3 Desember 2017, salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan uang beredar adalah perlambatan atau kontraksi operasi keuangan pemerintah pusat menurut Analisa Uang Beredar Bank Indonesia (BI).

Kontraksi operasi keuangan pemerintah pusat terlihat dari kewajiban BI dan perbankan kepada Pemerintah Pusat yang naik menjadi 9,8 persen (yoy) pada Oktober 2017 dibandingkan September 2017 yang minus 0,3 persen.

"Penyebab lainnya adalah aktiva luar negeri bersih tumbuh melambat dari 20,5 persen (yoy) pada September 2017 menjadi 18,1 persen (yoy) pada Oktober 2017," ujarnya.

Faktor lainnya pada uang beredar dalam arti luas adalah kredit perbankan. Menurut analisa uang beredar Bank Sentral, perbankan pada akhir Oktober 2017 menyalurkan kredit Rp4.588,5 triliun atau tumbuh delapan persen, lebih tinggi dibandingkan September 2017 yang tumbuh 7,7 persen (yoy).

Sementara itu, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,55 persen atau turun lima basis poin dari bulan sebelumnya. Suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat 5,89 persen, 6,32 persen, 6,74 persen, dan 6,93 persen atau turun dibandingkan September 2017.

 


(SAW)