Badan Ekonomi Kreatif Merambah Daerah

Wandi Yusuf    •    Rabu, 07 Nov 2018 14:54 WIB
World Conference on Creative Economy (WCCE)
Badan Ekonomi Kreatif Merambah Daerah
Pojok Creativillage di WCCE menampilkan kerajinan lokal Indonesia. Foto: Medcom.id/Wandi Yusuf.

Nusa Dua: Pemerintah akan membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di daerah. Provinsi Jawa Barat dan Bali akan menjadi daerah percontohan. 
 
Pembentukan Bekraf di daerah ini diikat dalam sebuah nota kesepakatan (MoU) yang diteken saat pembukaan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) di Nusa Dua, Bali, Rabu, 7 November 2018.
 
"MoU ini sebagai payung. Jika sudah ada fokus pada subsektor tertentu, maka subsektor itu yang akan dijagokan di daerah itu," kata Ketua Bekraf Triawan Munaf ditemui di sela-sela WCCE.
 
Menurutnya, perlu ada sinergisitas antara pusat dan daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Dengan begitu, program-program yang diluncurkan pusat dapat diterjemahkan oleh daerah.
 
"Sumber daya ekonomi kreatif di daerah itu besar, loh," kata Triawan.
 
Triawan yakin ekonomi kreatif di daerah akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional bahkan global. Pada 2015 kontribusi ekonomi kreatif di tingkat global sebesar USD2.250 miliar. Sektor ini mampu mempekerjakan 29,5 juta tenaga kerja. Setara dengan tiga persen produk domestik bruto (PDB) atau satu persen dari populasi aktif dunia.
 
“Pada waktu yang sama teknologi menjadi enable untuk ekonomi kreatif yang membuat industri ini menjadi inklusif. Teknologi juga membantu berjalannya kehidupan untuk menambah value chain dan mendobrak batasan-batasan,” ujarnya. 
 
Jika sukses, Triawan mengatakan akan mereplikasi program itu di daerah lain. Dia yakin jika hal ini berjalan maka Indonesia akan bisa menjadi pemimpin dunia di bidang ekonomi kreatif. "Karena potensinya luar biasa."

Baca: Dasi Triawan Munaf Melayang Saat Membuka WCCE

Gubenur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan daerahnya terpilih karena sudah punya infrastruktur yang baik di bidang ekonomi kreatif. Bahkan, kata dia, Jabar sudah punya peraturan daerahnya.
 
"Jabar tengah mengembangkan ekonomi kreatif. Di Kota Bandung bahkan sudah lebih dulu. Saya akan melanjutkannya di semua kabupaten/kota di Jabar," kata Ridwan.
 
WCCE 2018 merupakan konferensi internasional pertama yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Sebanyak dua ribu peserta akan hadir mulai dari pemain ekonomi kreatif, regulator, akademisi, dan masyarakat sipil. Ada empat isu utama yang akan dibahas, antara lain kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.
 
Konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB tahun depan. Harapannya, deklarasi ini semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, mengingat saat ini telah memasuki era industri 4.0.




(FZN)