OJK Minta Perbankan Bali Tekan NPL

   •    Selasa, 17 Apr 2018 13:02 WIB
ojkperbankan
OJK Minta Perbankan Bali Tekan NPL
Ilustrasi OJK (MI/RAMDANI)

Denpasar: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan perbankan di Provinsi Bali untuk menekan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NP). Hal itu dianggap penting karena hingga Februari 2018 mencapai 4,13 persen atau naik dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang hanya 3,02 persen.

"Kami ingatkan perbankan untuk mewaspadai risiko kenaikan NPL dan membuat terobosan dalam menurunkan kredit bermasalah," kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah, seperti dikutip dari Antara, di Denpasar, Selasa, 17 April 2018.

Dia menjelaskan komposisi kredit bermasalah itu yakni untuk NPL bank umum mencapai 3,58 persen dan BPR 7,86 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di 2017. Menurut Hizbullah, kenaikan NPL tersebut merupakan imbas dari erupsi Gunung Agung yang memengaruhi ekonomi awal tahun ini.

Dampak erupsi gunung api pada triwulan keempat di 2017 itu imbasnya pada hampir seluruh sektor usaha di Bali mengingat sektor pariwisata yang paling terdampak diikuti sektor turunannya. Ia memprediksi peningkatan tersebut terjadi karena awal tahun dan diharapkan akan membaik pada pertengahan tahun karena ekonomi Bali diperkirakan tumbuh positif.

Begitu pula dengan kondisi Gunung Agung yang membaik sehingga diharapkan memulihkan perekonomian Bali termasuk kinerja perbankan. Terkait kinerja perbankan hingga Februari 2018, OJK mencatat dana pihak ketiga perbankan di Bali mencapai Rp96,3 triliun atau tumbuh 8,5 persen.

"Selain itu realisasi kredit tumbuh hampir enam persen mencapai Rp82,4 triliun dengan rata-rata rasio simpanan terhadap kredit mencapai 85,5 persen," pungkasnya.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA