Mulai Mencicil Masa Depan dari Sekarang

Angga Bratadharma    •    Senin, 28 Nov 2016 12:06 WIB
tips keuangan
Mulai Mencicil Masa Depan dari Sekarang
Chief of Employe Benefits Manulife Indonesia Nur Hasan Kurniawan (Foto: MetroTV)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat Indonesia perlu menyadari betapa pentingnya memiliki program pensiun sedari dini. Kondisi itu penting dalam rangka mengelola keuangan sehingga ketika memasuki usia tidak produktif bisa tetap menikmati gaya hidup tanpa perlu takut kekurangan likuiditas.

Chief of Employe Benefits Manulife Indonesia Nur Hasan Kurniawan mengatakan, dari jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 250 juta jiwa, tercatat hanya sekitar lima juta yang memiliki program dana pensiun. Padahal, program dana pensiun penting agar tidak sulit dalam hidupnya ketika usia sudah tidak produktif.

Baca: Membedakan Kredit dan Pembiayaan

"Kalau ada pilihan apakah mencicil gadget atau mencicil pensiun sekarang maka pensiun kan masa depan, ya sudah kita masa sekarang dulu saja. Masa depan nanti anak cucuk saya yang kasih uang ke saya. Biasanya seperti itu. Padahal, harus sudah siap mencicil masa depan dari sekarang," tuturnya, seperti dikutip dari MetroTV, Senin (28/11/2016).

Baca: Kenali 3 Jenis KTA Sebelum Tentukan Pilihan

Menurutnya akan lebih baik jika seseorang memilih membeli produk dana pensiun daripada membeli gadget. Namun, apabila gadget menjadi kebutuhan utama pada saat itu maka tidak ada salahnya memilih gadget sesuai dengan kebutuhan dan sisa dana dari membeli gadget bisa dialokasikan untuk membeli produk dana pensiun.


Waktu menabung untuk dana pensiun (Foto: Grafik/MI)

"Kalau ada pilihan apakah gadget atau pensiun dan harus dua-duanya maka membeli gadget harus sesuai kebutuhan. Kalau fungsinya sama dan merek beda maka tidak ada salahnya membeli yang lebih murah. Sisanya untuk mencicil masa depan, itu yang saya sarankan," ungkapnya.

Baca: Intip Cara Merencanakan Keuangan

Saat ini, tercatat ada sebanyak 24 Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan total aset per September 2016 mencapai Rp26 triliun. Biasanya, perusahaan mendaftarkan karyawan kepada perusahaan dana pensiun secara langsung. Namun, ada juga perusahaan yang menyarankan karyawan untuk memiliki produk dana pensiun di luar dari yang ditawarkan perusahaan.

 


(ABD)