Tiga Alasan KUR Pertanian Sulit Cair

Husen Miftahudin    •    Senin, 28 Nov 2016 18:34 WIB
kur
Tiga Alasan KUR Pertanian Sulit Cair
Ketua DK OJK Muliaman D Hadad (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sektor pertanian kembang kempis menghadapi kendala pembiayaan. Alhasil, produktivitas jadi tumbal karena Kredit Usaha Rakyat (KUR) sendiri seolah tak peduli terhadap sektor pertanian.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menjelaskan, ada tiga alasan utama UKM sektor pertanian sulit mendapatkan pembiayaan dari KUR. Pertama, soal akses informasi yang tak sampai pada petani.

"Kadang-kadang akses ini (KUR) tidak terbuka, karena tidak ada informasi. Jadi itu hal yang pertama," ungkap Muliaman di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Selanjutnya adalah mengenai engganya perbankan untuk masuk ke sektor kurang populer seperti pertanian. Tidak ada data pasti soal pendapatan petani sehingga perbankan takut mengambil risiko terjadi kredit macet.

"Karena tak ada data, kemudian bank kesulitan masuk ke area kurang populer seperti pertanian," paparnya.

Sementara alasan yang ketiga adalah soal inovasi di bidang pertanian, termasuk petani tersebut harus masuk organisasi atau perhimpunan yang telah memiliki kredibilitas di bank penyalur KUR. Kondisi ini yang jarang dilakukan petani.

"Kalau petani masuk sendiri ke Bank, akan sulit. Kalau mereka masuk ekosistem (organisasi) yang sehat, pembiayaan menjadi relatif lebih mudah. KUR pertanian juga harus memiliki inovasi agar bank percaya menyalurkan kredit pembiayaan," tegas Muliaman.



(SAW)