Harapan Dirjen Pajak untuk Menteri ESDM Baru

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 14 Oct 2016 19:29 WIB
pajak
Harapan Dirjen Pajak untuk Menteri ESDM Baru
Dirjen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ken Dwijugiasteasi berharap hadirnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru dapat bekerja sama dengan pihak lain. Apalagi jika melihat sosok yang dipilih merupakan orang yang pernah berada di pemerintahan.

"Harapan saya ya bisa bekerja sama dengan baik. Karena itu (penunjukan) kan hak Presiden," kata Ken, ditemui di Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).

Namun demikian, dirinya mengaku tak bisa berharap banyak kehadiran Menteri ESDM baru akan meningkatkan Pajak Penghasilan (PPh) migas. Apalagi PPh migas sangat tergantung dengan harga minyak dunia.

Baca: Menanti Sepak Terjang 2 Pimpinan Keras Kepala di Kementerian ESDM

"Penerimaan PPh migas itu termasuk uncontrolable tax, saya enggak bisa menetapkan. Itu kan tergantung harganya," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM yang baru. Selain itu Presiden juga melantik Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM. Keduanya diharapkan mampu membawa perubahan yang positif bagi sektor energi di masa mendatang.

Baca: Pertama Kali Injak Kementerian ESDM, Arcandra Ajak Keliling Jonan

Presiden Jokowi meyakini pelantikan keduanya tepat karena keduanya memiliki kompetensi mumpuni untuk melakukan reformasi besar-besaran di Kementerian ESDM, termasuk didalamnya sektor energi. Dalam hal ini, Jokowi meminta penunjukkan keduanya tidak disinggung atau dikaitkan lagi dengan isu politik.


Pelantikan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar oleh Presiden Jokowi (MI/Panca Syurkani)

"Saya rasa sudah kenal semua dengan Ignasius Jonan dan pasti kenal dengan Pak Arcandra Tahar. Pasti sudah sangat terkenal. Saya yakin keduanya figur yang tepat dan punya kompetensi. Saya minta jangan ditarik lagi ke persoalan politik atau personal karena ini adalah isu manajemen. Saya tegaskan ini isu manajemen," tegas Jokowi.

 


(ABD)