BI Optimalkan Penyelenggaraan Kliring Obligasi Negara

Eko Nordiansyah    •    Senin, 20 Mar 2017 12:25 WIB
bank indonesiaobligasi
BI Optimalkan Penyelenggaraan Kliring Obligasi Negara
Suasana penandatanganan kerja sama antara Bank Indonesia dengan KPEI (Foto: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan penyelenggaraan kliring obligasi negara untuk mendukung pengembangan. Salah satu yang dilakukan dengan menunjuk PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia ( KPEI) sebagai penyelenggara kliring atas transaksi obligasi negara di pasar sekunder, baik yang ditransaksikan melalui bursa maupun di luar bursa.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan, penunjukan KPEI merupakan bentuk upaya mendukung rencana pemerintah guna membuka alternatif perdagangan obligasi negara dalam rangka meningkatkan aktivitas, diversifikasi investor, efisiensi, dan transparansi perdagangan obligasi negara di pasar sekunder.

"Selain itu, penunjukan merupakan dukungan BI terhadap rencana implementasi Electronic Trading Platform (ETP) untuk transaksi SBN di luar bursa, yang akhirnya diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia sehingga menjadi semakin maju dan berkembang," ujarnya, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 20 Maret 2017.

Dirinya menekankan agar penyelenggaraan kliring transaksi obligasi negara ritel di luar bursa yang terorganisir di pasar sekunder dilakukan secara seksama. Hal tersebut penting dilakukan agar terbentuk informasi harga kepada investor menjadikan mekanisme pembentukan harga lebih transparan, dan meningkatkan efisiensi.

Selain itu, menciptakan likuiditas di pasar yang mencerminkan kondisi pasar surat utang yang efisien. "Dengan demikian, penunjukan KPEI sebagai penyelenggara kliring di pasar sekunder melalui bursa dan ETP merupakan pencapaian penting dan diharapkan mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia untuk menjadi semakin maju dan berkembang," jelas dia.

Lebih lanjut, kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas data transaksi pasar sekunder, mengingat perdagangan obligasi negara di pasar sekunder mayoritas atau hampir 100 persen dilakukan di luar bursa. Hingga pertengahan Maret 2017, total kepemilikan atau outstanding Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1.895,68 triliun.

Sementara itu, total SBN yang ditransaksikan di pasar sekunder selama 2016 tercatat sebesar Rp7.527 triliun atau mencapai 400 persen dari outstanding. Hal tersebut yang menyebabkan perluasan kerja sama penyelenggaraan kliring obligasi negara menjadi semakin penting.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

13 hours Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA