BI Rekomendasikan Susun UU Pengendalian Harga Pangan

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 13 Jun 2017 08:02 WIB
bank indonesia
BI Rekomendasikan Susun UU Pengendalian Harga Pangan
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga pangan yang sering bergejolak menjadi tantangan tersendiri bagi regulator di Indonesia. Sebab, gejolak harga pangan seringkali mengerek inflasi ke tingkat yang lebih tinggi. Artinya, perlu ada langkah signifikan untuk mengendalikan pergerakan harga pangan agar tidak memberikan efek terhadap inflasi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengaku hingga kini masih menindaklanjuti kajian mengenai pentingnya bagi Indonesia memiliki Undang-Undang (UU) Pengendalian Harga Pangan. Hal tersebut dikatakan Agus saat peluncuran Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

"Kita sendiri sebagai tindak lanjut sangat mengusulkan supaya dipelajari kemungkinan adanya UU Pengendalian Harga Pangan," kata Agus, di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta Pusat, Senin 12 Juni 2017.

Agus ingin mengusulkan hal tersebut pada pemerintah. Sebab, BI tak bisa menjadi menjadi pihak yang mengajukan UU. Inisiator UU hanya ada pemerintah atau DPR. Menurut dia, negara tetangga seperti Malaysia sudah memiliki aturan serupa untuk mengendalikan pasokan dan juga menjaga stabilitas harga pangan.

"Kita rekomendasikan saja, karena itu sesuatu yang baik sekali, di Malaysia saja dari 1956 sudah ada," ujar dia.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengaku, pmerintah memiliki arah yang sama. Namun, untuk menyusun sebuah UU perlu waktu. Kendati demikian, pemerintah berada pada posisi untuk terus menerus menjaga agar harga pangan tidak terus bergejolak dan nantinya memberikan pengaruh terhadap inflasi.

 


(ABD)