Pembangunan Bendungan Raknamo Capai 93,5%

   •    Selasa, 08 Aug 2017 15:00 WIB
bendungan
Pembangunan Bendungan Raknamo Capai 93,5%
Pekerja menyelesaikan proyek Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, NTT (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Metrotvnews.com, Kupang: Pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekarang sudah mencapai 93,5 persen. Pembangunan bendungan ini terus dilakukan secara maksimal dan diharapkan tidak ada kendala yang berarti terkait finalisasi pembangunan tersebut.

Kepala Teknik Pembangunan Bendungan Raknamo dari Waskita Karya Agasi Yudho Bestolova mengungkapkan, saat ini pembangunan bendungan terus mengalami progress yang positif artinya bahwa terjadi percepatan pembangunan bendungan tersebut.

"Yang dari rencana awal hanya 44,58 persen sampai dengan Agustus ini menjadi 93,5 persen. Jadi kita punya defiasi fisik itu mencapai 50-an persen," katanya, seperti dikutip dari Antara, saat ditemui di Kupang, Selasa 8 Agustus 2017.

Ia mengatakan bendungan itu rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2017. "Kita targetkan pada September nanti pembangunan fisiknya sudah selesai semuanya, dengan catatan bahwa tidak ada kejadian-kejadian yang tidak terduga yang dapat mengganggu pembangunan bendungan tersebut," ujarnya.

Hingga saat ini, menurut dia, tidak terlalu banyak kendala yang dihadapi dalam pembangunannya. Namun, karena ada penambahan pembangunan maka total Agustus ini baru mencapai 93,5 persen. Pembangunan bendungan itu dipercepat dengan alasan karena cuaca serta alam yang sangat bersahabat selama proses pembangunan.

Sekarang ini pembangunan bangunan pelimpah, lanjutnya, telah selesai dibangun, jalan akses masuk ke kawasan bendungan juga sudah selesai, pekerjaan main dam atau bendungan utama lanjutnya masih tersisa batu permukaan paling luar bendungan utama yang berada di daerah hilir bendungan, sementara untuk hulunya sudah dinyatakan selesai 100 persen.

Kemudian juga jalan lingkar bendungan, tambahnya, saat ini tengah dalam pengerjaan dan dari panjang delapan kilometer saat ini masih dalam pengerjaan, terselesaikan tiga kilometer. "Sisanya nanti tinggal persiapan untuk pengisian air saja. Dan kita berharap September nanti bisa selesai," pungkasnya.


(ABD)