Pabrik Rokok di Malang Bertumbangan

   •    Minggu, 06 Aug 2017 17:54 WIB
rokok
Pabrik Rokok di Malang Bertumbangan
Pabrik Rokok. ANT/Aguk Sudarmojo.

Metrotvnews.com, Malang: Industri hasil tembakau di Kota Malang, Jawa Timur, terus bertumbangan. Selama delapan tahun terakhir sudah ada 115 pabrik rokok yang gulung tikar.

"Ada penyusutan pabrik. Pada 2009 ada sebanyak 150 pabrik rokok. Tapi memasuki 2016 tinggal 37 pabrik, dan hingga semester 1 2017 hanya tinggal 35 pabrik rokok," tegas Kepala Dinas Perindustrian Kota Malang Subhan kepada Media Indonesia, dikutip dari Minggu 6 Agustus 2017.

Ia menjelaskan seiring dengan penyusutan pabrik rokok tersebut pengusaha rokok banyak yang melakukan revitalisasi. Adapun penyebab banyaknya pabrik rokok yang gulung tikar itu salah satunya lantaran kenaikan tarif cukai yang dinilai memberatkan industri hasil tembakau daerah itu terutama yang golongan menengah ke bawah.

Maka Pemkot Malang berharap tarif cukai 2018 tidak naik lagi guna mencegah lebih banyak lagi pabrik rokok yang tutup karena berhenti melakukan aktivitas produksi.

"Pabrik tutup salah satunya juga karena kenaikan cukai. Harapannya tahun depan tidak naik," ujarnya.

Ia menjelaskan dengan banyaknya pabrik rokok yang tutup, maka penerimaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCT) di Kota Malang juga akan turun. Padahal, lanjutnya, dana itu bisa digunakan untuk menunjang pembangunan. Data di Pemkot setempat yang pada tahun lalu menerima DBHCT sebesar Rp62,5 miliar.

"Di Dinas Perindustrian dapat DBHCT sekitar Rp2 miliar. Dana itu terserap untuk kepelatihan dan program lainnya. Ada beberapa sektor yang kita garap termasuk juga untuk pelatihan sektor industri," pungkas dia.


(SAW)