Permata Bankir Cilik Diluncurkan Dukung Peningkatan Literasi Keuangan

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Sep 2016 14:52 WIB
bank permata
Permata Bankir Cilik Diluncurkan Dukung Peningkatan Literasi Keuangan
Ilustrasi (ANTARAFOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau PermataBank resmi meluncurkan program ‎Permata Bankir Cilik. Program ini dibentuk agar bisa memberikan ilmu literasi keuangan dan perbankan kepada siswa kelas 4-5 Sekolah Dasar (SD) yang akan bertindak sebagai Duta Menabung.

Sebanyak 60 siswa dari beberapa SD diajak oleh PermataBank untuk hadir ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (9/9/2016). Semua siswa tersebut diberi pengetahuan perbankan dan pasar modal. ‎Permata Bankir Cilik merupakan program yang dilakukan selama empat bulan dengan melibatkan 15 siswa terpilih dari masing-masing Sekolah Dasar Negeri (binaan Permata Hati).

Direktur Legal dan Compliance PermataBank Mirah Wiryoatmodjo menjelaskan, program yang sedang dijalankan ini diharapkan bisa meningkatkan literasi keuangan masyarakat dari sejak dini. Sehingga masyarakat gemar menabung dan berinvestasi dalam jangka panjang.

"Jadi selama ini masih banyak yang belum paham mengenai perbankan dan pasar modal. Program ini dapat mendukung hal itu. Alhasil bisa tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan," tutur Mirah, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

PermataBank bekerjasama dengan Maxima (mitra Permata Hati) yang dibantu oleh guru pemimbing di setiap sekolahnya. Dengan adanya guru tersebut, maka anak-anak itu bisa didampingi dalam mengenyam kegiatan literasi keuangan secara langsung.

‎Pada saat bersamaan, selain meluncurkan Permata Bankir Cilik, PermataBank juga menandatangani perjanjian kerja sama tabungan SIMpanan PELajar (SIMPEL) dengan empat sekolah. Dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan bisa membangun budaya menabung dan melatih pengelolaan keuangan secara mandiri mulai dari usia dini.

‎"Bukan hanya sekadar melek perbankan, tapi juga perdagangan dan literasi keuangan secara lebih luas lagi," pungkas Mirah.


(ABD)