Indonesia-Australia Ubah MoU Sektor Transportasi

Raiza Andini    •    Kamis, 06 Apr 2017 18:53 WIB
bandaratransportasiindonesia-australia
Indonesia-Australia Ubah MoU Sektor Transportasi
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pertemuan dengan pihak Australia di Courtyard Marriot, Nusa Dua, Kamis, 6 Maret 2017. Pertemuan ini membahas finalisasi pembaharuan kesepakatan di sektor transportasi antar dua negara tersebut.

Pertemuan Indonesia-Australia yang berlangsung selama tiga hari di Nusa Dua tersebut sebagai tindak lanjut pertemuan di Sydney, Australia beberapa waktu lalu dengan fokus transportation safety and security.

Kali ini diubah konsepnya dengam Transportation Sector yang bertujuan untuk mengakomodir sistem transportasi secara luas dan dalam bentuk kerja sama lagi bukan berupa bantuan yang selama ini diberlakukan oleh Australia.

"Kerja sama Australia-Indonesia ini sangat bermanfaat, bagi kedua negara. Kita tahu bahwa ada program dari Australia bernama ITSAP (Transport Safety Assistance Package) sudah berjalan 10 tahun, tahun ini MoU-nya akan diperbaharui jadi lingkupnya bukan hanya safety dan security di bidang maritim, tapi diperluas termasuk juga ada kerja sama infrastruktur berkaitan juga dengan investasi," papar Sekertaris Jenderal Kementerian Perhubungan RI Sugiharjo di Nusa Dua.

Skema pendanaan juga akan mengalami perubahan, proyek-proyek dari pihak Australia yang sebelumnya berupa bantuan dari Pemerintah Australia melalui ITSAP saat ini mekanismenya melalui Department of Foreign Affairs and Trade Australia, Bappeda, dan Kemenko.

"Karena ini akan baik bagi ekonomi dua negara. Skema pendanaan juga kita lihat dari dua negara," tambahnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan hanya membahas tentang transportation safety and security di bidang maritim dan aviation saja namun cakupannya lebih luas yakni di bidang railway.

"Tidak ada artinya kalau konektivitas bagus pelayanan bagus tapi safety dan security-nya menjadi masalah," tutupnya.


(AHL)