Gaprindo Dukung Pemerintah Indonesia Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 03 Oct 2017 20:39 WIB
rokok
Gaprindo Dukung Pemerintah Indonesia Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos
Kemasan Rokok. ANT/Rivan Awal Lingga.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia sudah menggugat Australia ke World Trade Organization (WTO) atas kebijakan plain packaging (kemasan polos) tanpa merek untuk produk rokok. Walaupun sengketa tersebut telah bergulir sejak 2013, tapi pemerintah masih menunggu hasil keputusan WTO.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Muhaimin Moefti menyatakan, dirinya mendukung agar Indonesia bisa menolak kebijakan Australia. Karena, kebijakan terhadap penggunaan kemasan polos produk rokok bakal mencederai hak kekayaan intelektual.

"Kami menolak kebijakan Australia itu. Kami menilai kebijakan itu hanya akan mencederai hak kekayaan intelektual, dan tembakau jadi engga bisa dibedakan," bilang Moefti, ditemui dalam acara Diskusi Gaprindo terkait 'Permasalahan dan Perkembangan Terkini Kebijakan Kemasan Polos Tanpa Merek' di Hotel JS Luwansa, Jakarta‎, Selasa 3 Oktober 2017.

Bukan hanyaitu, dia mengaku, kebijakan pengguna kemasan rokok polos bukan hanya digugat oleh Indonesia, tapi beberapa negara mana pun akan melakukan hal tersebut. 

"Pemeritah Australia menerapkan kebijakan itu dan direspons oleh berbagai negara. Yang kontra Indonesia salah satunya," jelas dia.

Pada saat ini, menurut dia, ada tiga anggota WTO yang telah menggugat kebijakan kemasan rokok putih, seperti Honduras, Republik Dominika, dan Kuba. 

"Ada juga 36 anggota WTO lainnya yang menjadi pihak ketiga yang berkepentingan terhadap gugatan tersebut," papar Moefti.

Lanjut Moefti, ketika keputusan WTO dinyatakan kalah. Maka, dia akan mendukung‎ pemerintah Indonesia agar melakukan banding.

"Kami dukung pemerintah Indonesia banding ke WTO kalau dinyatakan secara resmi kalah. Banding langkah tepat menurut kami," pungkas Moefti.



(SAW)