Fi Asia 2016 Resmi Dibuka

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 21 Sep 2016 22:31 WIB
food ingredients
Fi Asia 2016 Resmi Dibuka
Food Ingredients (Fi) Asia 2016, resmi dibuka hari ini, Rabu, 21 September (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pameran niaga bahan bahan baku makanan dan minuman, Food Ingredients (Fi) Asia 2016, resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian RI yang diwakilkan oleh Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, Abdul Rochim. Acara yang terselenggara untuk keempat kalinya di Jakarta Internasional Expo - Kemayoran ini berlangsung pada 21-23 September 2016.

Fi Asia 2016 merupakan wadah serta peluang bagi para pelaku industri bahan baku makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk-produknya, sekaligus memperoleh serta menggali informasi teranyar seputar industri tersebut. Memanfaatkan area pameran seluas 5 Hall (Hall A1-A3 dan Hall D1-D2), ajang ini diikuti 650 peserta pameran dari 50 negara. Diharapkan Fi Asia 2016 mampu menyedot 15 ribu pengunjung.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian melalui Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, Abdul Rochim, menyampaikan bahwa industri makanan dan minuman menjadi industri prioritas di Indonesia. Sebab, industri tersebut telah berkontribusi sebesar 31,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Nasional.

"Kami menyambut baik pelaksanaan pameran ini, karena food ingredients  merupakan salah satu elemen penting dalam produksi dan pengembangan produk industri makanan dan minuman. Pengembangan industri food ingredients meningkat sejalan dengan industri makanan dan minuman yang variasinya terus meningkat. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan industri makanan dan minuman di triwulan ke II 2016 sebesar 8,22 persen. Ini lebih tinggi dari pada pertumbuhan sektor migas yang hanya 6,49 persen," ucap Abdul Rochim, saat ditemui di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Industri makanan dan minuman Indonesia juga memiliki peranan penting sebesar 40 persen di pasar Asia. Berkontribusi sebesar 40 persen terhadap pasar ASEAN.


Pembukaan Fi Asia 2016 dihadiri antara lain President Association of Food Technologist - IAFT/PAPTI, Prof Dr Ir Rindit Pambayun, MP; Director South Asian Food and Agricultural Science and Technology - SEAFAST Center - IPB, Prof Dr Nuri Andarwulan; Chairman Indonesian Food and Beverage Association - GAPMMI, Ir Adhi Siswaya Lukman (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)


Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Cristopher Eve, mengatakan bahwa pasar makanan dan minuman di wilayah Asia Tenggara terus berevolusi berdasarkan pertumbuhan populasi, kenaikan pendapatan, perubahan gaya hidup, dan permintaan konsumen, termasuk di Indonesia. "Untuk itu, UBM berkomitmen untuk menghadirkan yang terbaik dari industri makanan dan minuman lainnya di seluruh penjuru dunia," ujar Christopher Eve.
 
Dalam pembukaan Fi Asia 2016, turut hadir Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman,  Business Director UBM Malaysia Rungpech Chitanuwat, Direktur SEAFAST Center IPB Prof Nuri Andarwulan, serta para pelaku industri makanan dan minuman di Asia.

Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, mengatakan, Fi Asia 2016 dapat menambah pengetahuan dan perkembangan dalam industri makanan dan minuman, serta dapat membuka akses dan peluang antar pelaku industri makanan dan minuman di Asia. Sebab, dalam gelaran Fi Asia 2016 turut tersaji seminar dan kongres  terkait industri makanan dan minuman serta bahan baku bagi industri makanan dan minuman.

"Kami mengharapkan nantinya akan terjadi transfer knowledge dan sharing know how dalam food ingredients industri makanan dan minuman dalam negeri. Tentu hal tersebut dapat menambah pengetahuan yang penting dalam bagi pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia," ucap Adhi.


(ROS)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA